LPS: Bunga Deposito Bisa Turun ke 8 Persen

Likuiditas mulai longgarmembuat perbankan tidak lagi berebut dana masyarakat
Image title
Oleh
23 September 2014, 18:13
LPS
Arief Kamaludin|KATADATA
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Suku bunga rata-rata deposito seharusnya bisa turun ke 8 persen dari saat ini 11 persen. Mulai membaiknya kondisi likuiditas perbankan di dalam negeri membuat perbankan tidak lagi berebut dana masyarakat.

Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpan (LPS) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, saat ini banyak bank yang mulai melakukan ekspansi. Selain itu, beberapa antara bank juga sudah merevisi Rencana Bisnis Bank (RBB).

?Harapan kami dengan revisi target RBB, likuiditas di kuartal III dan IV bisa lebih longgar,? kata Kartika di Jakarta, Selasa (23/9).

Perbankan merevisi RBB seiring  dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi. Alhasil, banyak bank yang menurunkan target, baik kredit, pertumbuhan laba, hingga dana pihak ketiga.

Advertisement

Meski begitu, Kartika mengatakan, LPS belum bisa menurunkan suku bunga penjaminan. ?Saat ini masih tinggi risikonya. Jadi belum bisa kami turunkan,? tutur dia.

Hal ini disebabkan Bank Indonesia (BI) yang belum menurunkan suku bunga acuan (BI Rate), karena melihat risiko yang berasal dari defisit neraca perdagangan dan defisit neraca transaksi berjalan.

Vice President Consumer Liabilities Business Group Head CIMB Niaga Sukiwan mengatakan, tren likuiditas saat ini sudah mulai membaik. Untuk itu, CIMB Niaga juga berencana untuk menurunkan suku bunga depositonya.

Namun, Sukiwan enggan menyebutkan besaran dan kapan bunga depositonya akan diturunkan.  Dia mengatakan, CIMB Niaga masih mengkaji kondisi pasar untuk memutuskan kebijakan tersebut.

?Kami konsisten, selalu review market. Kalau kondisi bagus, saya kira (menurunkan bunga deposito) rencana ada,? kata dia. 

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait