Defisit Anggaran 2015 Diturunkan untuk Antisipasi The Fed

Penurunan defisit ini sekaligus untuk merespons rencana kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat the Fed
Image title
Oleh
23 September 2014, 09:51
Chatib-Basri
KATADATA | Bernard Chaniago
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Pemerintah dan Badan Anggaran DPR menyepakati besaran defisit dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015. Defisit anggaran dipatok lebih rendah dari usulan sebesar 2,32 persen menjadi 2,21 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, besaran defisit tersebut sudah mempertimbangkan cadangan perlindungan sosial sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). nilainya mencapai Rp 5 triliun yang akan diberikan selama tiga bulan.

?Jadi kalau pemerintah baru putuskan menaikkan (harga BBM), dia nggak perlu ke DPR lagi. Sudah ada alokasinya untuk bantuan langsung tunai,? kata Chatib seusai rapat kerja Badan Anggaran di Jakarta, Senin (22/9) malam.

Dia mengatakan, secara nominal besaran defisit anggaran 2015 turun dari Rp 257,6 triliun menjadi Rp 245,9 triliun. besaran defisit ini juga sudah memperhitungkan cadangan penyesuaian anggaran pendidikan sebesar Rp 3,2 triliun.

Advertisement

Lebih lanjut Chatib mengatakan, penurunan defisit ini sekaligus untuk merespons rencana kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, the Fed. Rencana the Fed menaikkan suku bunga akan berpengaruh signifikan terhadap sumber pembiayaan pemerintah, terutama yang berasal dari pinjaman.

?Risiko normalisasi kebijakan (moneter) AS itu real. Media luar selalu bilang asset re-pricing. Yang paling penting sumber pembiayaan harus lebih kecil. Makanya kita kasih sinyal defisit diturunkan. (Penurunanya) nggak signifikan, karena ini baseline,? tutur dia.

Ketua Badan Anggaran Ahmadi Noor Supit menyatakan, pihaknya bersama pemerintah berniat membantu meringankan beban Jokowi. Tidak cuma menganggarkan ruang untuk bantuan langsung tunai, subsidi BBM tahun depan juga sudah dikurangi Rp 4,6 triliun.

?Saya kira ini memberi sinyal yang positif. Jadi kita sepakati ini,? kata Ahmadi, saat akan mengetok palu. 

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait