Rupiah Melemah Terburuk Dalam Dua Bulan

Nilai tukar rupiah melemah 127 persen menjadi Rp 11563 per dolar AS dibandingkan penutupan pada transaksi Jumat lalu di level 11413
Image title
Oleh
11 November 2013, 14:06
dollar-us-utang-luar-negeri-indonesia.jpg
Donang Wahyu|KATADATA
KATADATA

KATADATA ? Nilai tukar rupiah kembali melemah 1,27 persen menjadi Rp 11.563 per dolar AS dibandingkan penutupan pada transaksi Jumat lalu di level 11.413 per dolar AS. Ini adalah level terendah sejak dua bulan lalu, setelah rupiah mencapai titik terendah pada 5 September 2013, yakni 11.649 per dolar AS.

Berdasarkan catatan harga dari bank lokal yang dikompilasi oleh Bloomberg disebutkan bahwa untuk transaksi forward berjangka waktu satu bulan, kurs rupiah melemah 0,8 persen menjadi 11.555 per dolar AS. Sedangkan, untuk kontrak transaksi forward berjangka waktu 12 bulan, kurs rupiah jatuh 1,1 persen menjadi 12.503.

Pelemahan rupiah pada November ini terjadi setelah Amerika Serikat mengumumkan data peluang pekerjaan yang membaik. Perkembangan ini memicu kekhawatiran bahwa the Federal Reserve akan segera mengurangi stimulus moneter. Ini juga telah memacu terjadinya arus modal keluar dari negara-negara emerging market.

Selain Rupiah, mata uang India, Rupee juga merupakan mata uang yang paling rentan terhadap perubahan kebijakan the Fed. Hal ini disebabkan kedua negara tersebut memiliki problem yang sama, yakni beban defisit transaksi berjalan yang cukup besar.

Berdasarkan data yang dirilis pada Jumat lalu, perusahaan Amerika Serikat membuka kesempatan sebanyak 204 ribu lapangan kerja baru. Ini lebih besar dibandingkan perkiraan sebelumnya sebanyak 125 ribu posisi. Data lapangan kerja ini menunjukkan kondisi ekonomi Amerika Serikat akan segera pulih.

"Pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh penundaan pengurangan quantitative easing oleh the Federal Reserve serta defisit kembar yang selalu menghantui mata uang Indonesia," ujar Saktiandi Supaat, ekonom Maybank Global Market yang khusus menangani soal currency dalam laporan harian yang diterima katadata.

Menurut dia, pelaku pasar juga sangat berhati-hati terkait rencana kebijakan Bank Indonesia yang akan diumumkan besok menyangkut suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate.

Reporter: Heri Susanto
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait