BI: Likuiditas Perbankan Mulai Membaik

Likuditas perbankan diperkirakan terus membaik dengan semakin tingginya belanja pemerintah
Image title
Oleh
12 September 2014, 12:50
Perbankan
Arief Kamaludin|KATADATA
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Berdasarkan hasil monitoring Bank Indonesia, risiko likuiditas perbankan diperkirakan terus membaik hingga akhir tahun. Hal ini didukung aliran masuk uang kartal pasca lebaran dan mulai ekspansifnya keuangan pemerintah.

"Likuditas perbankan diperkirakan terus membaik dengan semakin tingginya belanja pemerintah," ujar Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah, di Jakarta (9/12).

Menurut Halim, dengan menggunakan skenario pertumbuhan kredit 17 persen, pembalikan modal dan kenaikan harga BBM, rasio likuiditas perbankan pada 2014 diperkirakan masih dalam atas aman. Rasio kecukupan modal (CAR) perbankan pada Juli 2014 tercatat 19,39 persen, atau masih mampu menopang perlambatan ekonomi, kenaikan suku bunga dan penurunan aset pasar keuangan dan pelemahan nilai tukar.

Dari sisi intermediasi perbankan, kredit kepada sektor swasta tumbuh melambat menjadi 15,39 persen (YoY) dari bulan sebelumnya sebesar 17,2 persen. Sedangkan indikator kredit bermasalah (NPL) sebesar 2,24 persen. Meski masih dalam batas aman, Bank Sentral mencermati tingginya NPL pada 4 sektor yaitu di sektor konstruksi, pertambangan, perdagangan, dan jasa sosial. Pada Juli 2014, NPL sektor konstruksi tercatat sebesar 4,43 persen atau naik dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 4,24 persen. Pada sektor pertambangan, NPL tercatat sebesar 3,09 persen dibandingkan bulan sebelumnya 2,49 persen. Adapun sektor perdagangan mencatat NPL 3,06 persen dari 2,92 persen dan jasa sosial sebesar 2,96 persen dari 2,48 persen pada bulan sebelumnya. 

Advertisement

Selain rasio NPL, BI juga mengembangkan indikator yang didasarkan pada data historis untuk melihat potensi perpindahan kualitas kredit yang tergolong lancar menjadi kurang lancar ataupun macet. Berdasarkan indikator tersebut dan perkembangan terkini, terdapat 3 sektor yang perlu diperhatikan yakni sektor konstruksi, pertambangan, dan perdagangan.  

Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) bank juga tumbuh melambat pada Juli 2014 menjadi 11,36 persen dari 13,63 persen. BI memperkirakan perlambatan ini hanya bersifat sementara sejalan tingginya permintaan uang kartal di periode lebaran. 

Sejalan dengan membaiknya kondisi likuiditas, beberapa bank besar sudah menurunkan suku bunga simpanannya di Agustus 2014. BI berharap kondisi ini dapat terus berlanjut hingga persaingan DPK yang sempat terjadi di beberapa periode sebelumnya semakin berkurang. (Baca: Bank Besar Mulai Turunkan Bunga Deposito)

Reporter: Nur Farida Ahniar
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait