Bursa Asia Melemah, IHSG Diprediksi Turun

Adanya kekhawatiran langkah the Fed yang akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari prediksi semula
Image title
Oleh
10 September 2014, 10:03
IHSG
Arief Kamaludin|KATADATA
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini. IHSG terimbas oleh sentimen negatif melemahnya pasar saham Asia.

Fath Aliansyah Budiman, analis Mandiri Sekuritas, pelemahan disebabkan adanya kekhawatiran langkah the Fed yang akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari prediksi semula.

Pasar saham Asia mengalami koreksi, ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 yang melemah 0,35 persen. Sementara itu, dari pasar saham Amerika Serikat pun melemah seiring tingkat imbal hasil obligasi yang mencapai titik tertingginya.

?Pelemahannya bisa dilihat di Indeks Dow Jones Industrial Avg yang turun 0,57 persen. Juga Indeks S&P500 turun 0,65 persen,? ujar Fath di Jakarta, Rabu (10/9).

Advertisement

Dari dalam negeri, antisipasi kenaikan bunga the Fed juga dilakukan Bank Indonesia (BI). BI akan mengatur utang luar negeri swasta, dengan memberlakukan aturan rasio utang atau liabilitas terhadap aset dalam bentuk valuta asing.

Dengan aturan itu, lanjut Fath, BI bisa mengatasi risiko currency mismatch atau ketidaksesuaian nilai tukar dan maturity mismatch atau ketidaksesuaian jatuh tempo.

?Karena kenaikan suku bunga the Fed tahun depan itu, bisa membuat rupiah melemah dan menaikkan BI Rate lagi,? tutur dia.

Analis Bahana Sekuritas Chandra Widjanarka juga mengatakan, indeks hari ini berpotensi melemah. Menurut dia, asing masih melakukan net sell di pasar saham sebesar Rp 259,6 miliar.

?Saham yang banyak dilepas asing itu Bank BRI, Telkom, Semen Gresik, Astra Internasional,? kata Chandra.

Dia memperkirakan, IHSG masih akan melemah terbatas dan bergerak di kisaran 5.175-5.225. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan yakni PT Bank Central Asia (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan PT Gudang Garam (GGRM). Juga saham lainnya, seperti PT Energi Mega Persada (ENRG) dan PT Berau Coal Energy (BRAU).

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait