Bursa Asia Positif, IHSG Berpotensi Menguat

Investor jangka pendek perlu waspadai aksi ambil untung Tapiinvestor jangka panjang bisa manfaatkan momentum untuk akumulasi
Image title
Oleh
9 September 2014, 08:40
Saham KATADATA | Arief Kamaludin
Saham KATADATA | Arief Kamaludin
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi menguat. Kinerja sejumlah bursa di Asia yang mengalami penguatan menjadi penggerak utama IHSG.

Reza Priyambada, kepala riset Trust Securities, mengatakan laju bursa saham Asia didorong oleh data perdagangan China yang mengalami surplus. Selain itu, langkah the European Central Bank  yang menurunkan suku bunga juga memberikan sentimen positif terhadap bursa di Asia.

Penurunan suku bunga Eropa tersebut menunjukkan spekulasi akan ada dana asing dari pasar keuangan Eropa. ?Tapi ini (aliran dana asing dari Eropa) belum sepenuhnya benar. Kami melihat itu, masih spekulasi antisipasi kebijakan itu,? ujar dia di Jakarta, Selasa (9/9).

Lagi pula, lanjut dia, menurunnya suku bunga ECB akan membuat nilai mata uang euro melemah. Hal ini juga akan direpons negatif oleh rupiah. Meskipun dalam jangka panjang, kebijakan tersebut akan kembali positif jika diimbangi perbaikan ekonomi Eropa.

Advertisement

Sementara itu, apresiasi nilai tukar rupiah menjadi Rp 11.732-Rp 11.718 per dolar Amerika Serikat (AS), juga memberi penguatan bagi laju IHSG. Juga karena investor asing masih mencatatkan pembelian bersih, dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. ?Cadangan devisa yang naik meski cuma US$ 700 juta, itu juga memberi sentimen positif.?

Namun, Reza menilai, menurunnya impor China juga memberikan penilaian permintaan akan komoditas minyak mengalami penurunan. Hal ini berimbas pada turunnya harga komoditas minyak, yang juga berimbas pada beberapa komoditas lainnya. Untuk itu, menurut dia, perlu diwaspadai pula adanya aksi ambil untung (profit taking).

Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan, aksi ambil untung perlu diwaspadai investor jangka pendek. Namun, bagi investor jangka panjang bisa memanfaatkan momentum koreksi untuk mengakumulasi pembelian. Ini dikarenakan dalam jangka menengah dan panjang IHSG masih menunjukan penguatan.

Dia memperkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran 5.195-5.282, karena potensi kenaikan masih cukup kuat. William juga merekomendasikan beberapa saham, seperti PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT XL Axiata Tbk (EXCEL), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Juga saham lainnya, PT BISI International Tbk (BISI), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Bank Jatim Tbk (BJTM).

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait