BPK Seharusnya Audit APBN Sejak Perencanaan

Belum diumumkan siapa yang terpilih saya sudah tahu siapa yang akan terpilih kok
Image title
Oleh
5 September 2014, 14:20
BPK
Arief Kamaludin|KATADATA
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) semestinya dapat mengaudit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sejak tahap perencanaan.

Menurut calon anggota BPK Eddy Rasyidin, pemeriksaan di awal guna mencegah terjadi penyelewengan. Alhasil BPK tidak hanya berfungsi sebagai penilai laporan keuangan di akhir tahun.

?BPK sejak awal sudah menyusun perencanaan pemeriksaan dengan mendeteksi kementerian/ lembaga yang paling potensial menimbulkan kerugian negara,? kata Eddy saat mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI DPR, Jumat (5/9).

Menurut dia, tidak ada larangan bagi BPK untuk memeriksa APBN sejak dalam perencanaan. Bahkan, DPR semestinya dapat belajak dari BPK Korea untuk melaporkan dugaan pelanggaran ke BPK. Anggaran.

Advertisement

?Pernah nggak DPR ajukan perencanana audit? Kenapa DPR tidak mencontoh (Korea), karena DPR sudah tahu persis pembahasan ketika di Banggar (Badan Anggaran,? tutur Koordinator Staf Ahli Badan Akuntabilitas Keuangan Negara DPR ini.

Persoalan yang sama juga disampaikan calon anggota BPK Eddy Faisal. Menurutnya, BPK seharusnya bisa melakukan pemeriksaan secara komprehensif sejak awal perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga pertanggungjawaban.

?Kalau ada yang bermain (penggunaan anggaran) bisa dideteksi sejak awal,? tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama Eddy juga mengkritik seleksi anggota BPK harus melalui DPR. Menurut dia, proses pemilihan anggota BPK tidak akuntabel, karena hasil seleksi yang dilakukan DPR tidak menghasilkan anggota BPK yang profesional.

?Seleksi BPK yang dilakukan DPR hanya basa basi. Harusnya politikus tidak boleh masuk menjadi anggota BPK,? tutur Eddy yang mengaku sudah empat kali mengikuti seleksi BPK.

Dalam pandangannya, seharusnya seleksi anggota BPK bisa mencontoh proses seleksi anggota Komisi Pemberantasan Korupsi yang tahapannya hingga empat bulan. Dengan demikian bisa menemukan calon anggota BPK yang berintegritas.

Eddy berharap mendapat kesempatan untuk terpilih sebagai anggota BPK,tetapi dia pesimistis dengan hal itu. ?Belum diumumkan siapa yang terpilih, saya sudah tahu siapa yang akan terpilih kok,? katanya. 

Reporter: Rikawati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait