Surplus Neraca Perdagangan Juli di Luar Prediksi BI

Bank Indonesiamemperkirakan surplus neraca perdaganganhanya sebesar US 1020 juta
Image title
Oleh
1 September 2014, 18:22
Infrastruktur
Donang Wahyu|KATADATA
KATADATA | Donang Wahyu

KATADATA ? Neraca perdagangan Juli mencatat surplus sebesar US$ 123,7 juta, setelah bulan sebelumnya defisit US$ 305,1 juta. Angka ini lebih besar dibanding perkiraan Bank Indonesia yang memperkirakan surplus hanya sebesar US$ 10-20 juta.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan neraca perdagangan surplus ini berasal dari surplus non migas sebesar US$ 1,73 miliar. Namun sektor migas masih menyumbang defisit, yaitu sebesar US$ 1,6 miliar. Dari sisi volume perdagangan Juli 2014, tercatat surplus sebesar 32,17 ton. Hal itu dodorong surplus neraca sektor non migas sebesar 11,12 juta ton, sedangkan sektor migas defisit 0,95 juta ton. 

Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan pencapaian itu menimbulkan harapan neraca perdagangan ke depan akan positif. Hal itu disebabkan ekspor non migas semakin besar, yang berasal dari ekspor konsentrat beberapa perusahaan tambang yang dimulai sejak Agustus ini seperti PT Freeport Indonesia. "Ini kondisinya lebih baik dari yang kami perkirakan. Namun lagi-lagi surplus non migas lebih besar, sedangkan dari migas masih defisit," ujar dia di Jakarta Senin (1/9).

Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menambahkan perusahaan tambang yang mulai ekspor membantu kondisi neraca perdagangan untuk mencapai surplus. Dia memperkirakan pada semester II/2014, neraca perdagangan akan mencatat banyak surplus. Hal itu ditopang membaiknya kinerja ekspor tambang dan komoditas, meski harga batubara dan harga komoditas tengah turun. 

Advertisement

Bambang mengatakan dari sisi impor, migas masih mencatat impor terbesar. Sehingga akhir tahun defisit transaksi berjalan di kisaran 2,5-2,8 persen. "Yang paling berat itu impor bahan bakar minyak (BBM). Kalau tidak ada perbaikan terutama sisi produksi, impor akan tetap tinggi karena permintaan akan terus bertambah," ujarnya.

BPS mencatat, nilai ekspor Juli mencapai US$ 14,18 miliar atau turun 7,99 persen dibanding Juni. Secara kumulatif, nilai ekspor Januari-Juli mencapai US$ 103 miliar aturn turun 2,97 persen dibandign periode yang sama. Ekspor non migas mencapai US$ 84,77 miliar atau turun 3,17 persen.

Sedangkan nilai impor Juli mencapai US$ 14,05 miliar atau turun 10,47 persen dibanding Juni 2014. Secara kumulatif, impor Januari-Juli 2014 mencapai US$ 104,01 miliar atau turun 6,99 persen jika dibanding periode sama 2013. Angka itu terdiri dari impor migas sebesar US$ 25,95 miliar (turun 1,12 persen) dan impor non migas sebesar US$ 78,06 miliar (turun 8,79 persen).

Reporter: Rikawati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait