Jero Wacik: SBY Tak Mungkin Naikkan Harga BBM

Yudhoyono sudah empat kali menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi tersebut selama masa jabatannya
Image title
Oleh
1 September 2014, 15:46
Jero Wacik KATADATA|Arief Kamaludin
Jero Wacik KATADATA|Arief Kamaludin
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan, pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi hingga masa jabatannya berakhir.

Menurut dia, Yudhoyono sudah empat kali menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi tersebut selama masa jabatannya.

?Menaikkan harga BBM itu sudah menjadi program SBY sejak 2004. Tapi kan kemarin dipolemikkan, buktinya sudah empat kali (menaikkan harga BBM). Sekarang Pak SBY sulit, timing-nya nggak mungkin,? ujar Jero seusai rapat kerja dengan Komisi VII DPR, di Jakarta, Senin (1/9).

Jero mengatakan, harga BBM memang sudah harus dinaikkan. Hal ini mengingat anggaran subsidi energi yang mencapai Rp 363,5 triliun dalam RAPBN 2015.

Advertisement

Meski begitu, dia mengakui, menaikkan harga BBM bersubsidi bukan hal mudah karena memiliki dampak yang luas. Di satu sisi, pemerintah memiliki kesempatan terbatas untuk mengatasi kondisi fiskal yang makin sempit. Mau tak mau harus menaikkan harga BBM bersubsidi. ?Terangkan kepada rakyat. Apa boleh buat, harus seperti itu,? tutur dia.

Adapun, kata Jero, pemerintah sudah menyiapkan skema kenaikan harga BBM bersubsidi secara bertahap. Skema kenaikan mempertimbangkan tarif dasar listrik (TDL) dan harga elpiji yang sudah membebani rakyat.

?Sedang dihitung, dikoordinasikan dengan Menko (Perekonomian). Berapa yang daya beli masyarakat kecil mampu. Kalau listrik naik, gas naik, kasihan,? ujar dia.

Kendati demikian, Jero mengatakan, dirinya tak mengusulkan pemerintah baru untuk menaikkan harga BBM.

Milton Pakpahan, Ketua Komisi VII DPR, mengatakan sulit untuk pemerintahan saat ini menaikkan harga BBM bersubsidi. Dia mengusulkan kenaikan dilakukan pada pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Dia mengusulkan kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 2.000 per liter. Ini dengan pertimbangan membebani masyarakat menengah ke bawah.

?Kalau menaikkan Rp 2.000 kan kita dapat Rp 96 triliun. Itu bisa digunakan untuk menambal ketidakmampuan masyarakat kelas bawah (menghadapi kenaikan harga BBM). Bisa digunakan untuk apa saja, entah subsidi langsung tunai atau yang lain,? ujar Milton yang juga anggota Fraksi Partai Demokrat itu.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait