JK: Kalau SBY Ragu, Kami Siap Naikkan Harga BBM Bersubsidi

Yang penting kan negara selamat tidak bangkrutbisa bayar pembangunan bisa bayar gaji
Image title
Oleh
28 Agustus 2014, 15:55
BBM Subsidi
Arief Kamaludin|KATADATA
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Wakil Presiden terpilih dalam pemilihan presiden 2014, Jusuf Kalla (JK) mengaku tidak khawatir jika pemerintahan sekarang tidak mau mengurangi subsidi bahan bakar minyak.  Pemerintahan barunya nanti bersama presidennya, Joko Widodo (Jokowi), akan siap menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

?Tak apa-apa kalau pemerintah sekarang ragu-ragu, kita siap untuk melakukan hal ini (menaikan harga BBM bersubsidi).Yang penting kan negara selamat, yang penting negara tidak bangkrut, yang penting bisa bayar pembangunannya, yang penting bisa bayar gajinya. Karena kalau tidak maka pada suatu waktu likuiditas pemerintah akan habis," ujar JK, usai seminar bertajuk 'Ekonomi Biaya Tinggi Sektor Properti' di Jakarta, Kamis (28/8).

Ruang fiskal yang sangat sempit dan defisit anggaran negara yang terus membengkak, salah satunya diakibatkan oleh tekanan subsidi BBM. Hal ini menjadi masalah besar, khususnya bagi pemerintahan baru yang membutuhkan dana besar untuk merealisasikan berbagai program ekonomi dan kesejahteraan rakyat. 

Padahal, kata JK, subsidi yang selama ini diberikan tidak tepat sasaran. Untuk itu, anggaran akan digunakan untuk jaminan masyarakat dan infrastruktur seperti pendidikan dan kesehatan. Makanya, kata JK, menaikkan harga BBM harus sesegera mungkin dilakukan. Namun, dia belum bisa menyebutkan berapa besar kenaikkan harganya.

Dia juga menyayangkan kebijakan pemerintah saat ini yang enggan menaikan harga BBM, dan memilih membatasi konsumsi BBM bersubsidi. Karena kebijakan pembatasan tidak mengurangi beban defisit dan hanya menciptakan masalah baru, seperti terjadinya antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). 

"Kalau sekarang itu untuk mengamankan pemerintah sekarang dan jangan terjadi antrean. Kalau pemerintah sekarang ingin antrean terjadi terus menerus silahkan saja," ujar JK.

Jokowi pun mengatakan hal yang sama. Dia mengaku siap untuk mengambil kebijakan yang tidak populis dengan menaikkan harga BBM, dan siap menghadapi segala risiko yang akan timbul. Meski demikian, Jokowi juga sudah menyiapkan beberapa solusi agar kenaikkan harga BBM bersubsidi tidak terlalu menyengsarakan rakyat. Solusinya adalah pengurangan subsidi BBM harus dialihkan pada usaha produktif.

Sebelumnya Jokowi memang berharap kenaikkan harga BBM bisa dilakukan oleh pemerintahan sekarang. Makanya dia sudah menyiapkan kajian untuk diajukan kepada pemerintahan sekarang, pada pertemuannya dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Bali, kemarin. Namun belum jelas hasil dari pertemuan tersebut, apakah SBY menyanggupi permintaan Jokowi, ataukah tidak.

?Saya meminta banyak sekali pandangan dan pikiran dari Presiden SBY terutama hal yang berkaitan dengan APBN 2015. Memang tadi kami berbicara agak detail tapi nantinya teknis dan lebih detailnya tentu saja akan ditindaklanjuti oleh tim transisi dengan kementerian yang ada,? ujar Jokowi, dalam Transkripsi Konperensi Pers Presiden SBY dan Presiden Terpilih Joko Widodo, di Hotel Laguna, Nusa Dua, Bali, 27 Agustus 2014, yang diunggah di situs Sekretariat Kabinet (27/8)

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait