BI: Harga BBM dan Inflasi Jadi Tantangan Pemerintahan Baru

Penerimaan negara akan berkurangkarena harga komiditas ekspor yang menurun dan meningkatnya beban energi
Image title
Oleh
28 Agustus 2014, 13:01
Agus Martowardodjo
Donang Wahyu|KATADATA
KATADATA | Donang Wahyu

KATADATA ?  Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menyebutkan Indonesia akan menghadapi sejumlah tantangan ekonomi. Pemerintah mendatang harus menghadapi berkurangnya penerimaan negara karena harga komiditas ekspor yang menurun dan meningkatnya beban energi.

Agus juga mengingatkan pemerintah mendatang harus mewaspadai kenaikan inflasi karena adanya penyesuaian harga energi. "Itu akan membuat tekanan inflasi kembali tinggi," ujarnya dalam Indonesia Banking Expo di Jakarta, Kamis (28/7).

Masalah lainnya yang masih membebani saat ini yaitu defisit transaksi berjalan yang besar. Meski defisit transaksi berjalan akan membaik dibanding tahun tahun sebelumnya. Namun defisit migas masih akan tinggi. Defisit transaksi berjalan pada kuartal II/2014 mencapai US$ 9,1 miliar atau 4,27 persen dari PDB. 

Tantangan berikutnya adalah masalah utang luar negeri. Terutama utang luar negeri swasta yang meningkat. Hal ini akan menjadi tekanan khusus karena ekspor juga masih akan tertekan.

Pemerintah baru juga harus mewaspadai pengaruh global, salah satunya kebijakan normalisasi kebijakan Bank Sentral Amerika (the Fed) yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada 2015. Hal ini akan memberikan tekanan pada negara emerging yang secara fundamental masih lemah termasuk Indonesia. Selain dari Amerika, pertumbuhan ekonomi China dalam lima tahun ke depan di kisaran 7,4-7,5 persen juga perlu diwaspadai.

Reporter: Rikawati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait