Pembahasan RAPBN 2015 Tunggu Pertemuan SBY-Jokowi

Hal itu untuk mengakomodasi visi dan misi Jokowi dalam RAPBN 2015
Image title
Oleh
27 Agustus 2014, 17:07
gedung DPR
Donang Wahyu|KATADATA
KATADATA | Donang Wahyu

KATADATA ? Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2015 ditunda karena menunggu hasil pertemuan presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan presiden terpilih Joko Widodo. Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Ahmadi Noor Supit mengatakan hal itu untuk mengakomodasi visi dan misi Jokowi dalam RAPBN 2015.  

"Walaupun (presiden terpilih) belum dilantik, seyogyanya RAPBN 2015 akan dijalankan presiden terpilih," ujarnya di gedung DPR, Jakarta, Rabu (27/8).

Ahmadi mengatakan meski pemerintahan baru belum ada, namun tim transisi sudah terbentuk. Namun tim transisi itu tak bisa ikut serta dalam pembahasan RAPBN. Menurut dia, DPR bisa mendampingi tim transisi untuk melakukan komunikasi intensif dengan pemerintah sekarang. "Paling tidak program strategis Jokowi seperti kartu pintar, program pendidikan, kesehatan termasuk opsi kenaikan harga BBM terakomodasi," kata Ahmadi.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan, bisa saja fraksi pengusung presiden Jokowi-Jusuf Kalla memasukkan visi misi itu untuk masuk dalam RAPBN 2015. Namun, menurut dia, hal itu akan sulit. "Di DPR bukan cuma fraksi PDI-P. Ada fraksi lain juga. Bagaimana cara masuknya (program tersebut)," katanya.

Menurut dia program-program presiden mendatang akan lebih efisien jika dilakukan dalam APBN Perubahan 2015. Sehingga akan lebih terencana dan bisa dimulai awal tahun depan.

Reporter: Rikawati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait