Saham Syariah Sumbang 60 Persen Total Kapitalisasi Saham

Jumlah investor saham syariah meningkat 40 persen sejak 2011
Image title
Oleh
27 Agustus 2014, 15:07
Saham KATADATA | Arief Kamaludin
Saham KATADATA | Arief Kamaludin
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga 13 Agustus 2014 mencatat nilai kapitalisasi pasar saham syariah mencapai Rp 3.025 triliun. Nilai tersebut merupakan 60 persen dari total kapitalisasi pasar saham yang tercatat di BEI sebesar Rp 5.052 triliun.

Direktur Pengembangan BEI Frederica Widyasari Dewi mengatakan dari total 502 perusahaan yang tercatat di BEI, sebanyak 307 perusahaan masuk dalam konstituen Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Konstituen ISSI merupakan keseluruhan syariah yang tercatat di BEI dan Daftar Efek Syariah (DES) yang tercatat di Otoritas Jasa Keuangan.

Sementara, "pertumbuhan investor syariah sejak peluncuran (ISSI) di 2011, sudah naik 40 persen," ujar Friderica, dalam acara hala bihalal komunitas keuangan syariah, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (27/8).

Menurut Frederica, perkembangan sistem investasi syariah Indonesia sudah lebih baik di dunia. Hal ini ditandai dengan adanya pengembangan perdagangan online saham berdasarkan prinsip syariah, atau yang disebut online trading syariah. Pengembangan online trading syariah ini merupakan yang pertama di dunia. 

"Banyak negara lain yang mau belajar ke Indonesia mengenai trading syariah ini. Sekarang anggotanya sudah ada 8," kata dia. Delapan perusahaan efek tersebut adalah Indo Premier Securities, Daewoo Securities Indonesia, BNI Securities, Trimegah Securities Tbk, Mandiri Sekuritas, Panin Sekuritas Tbk, Phintraco Securities, dan Sucorinvest Central Gani.

Meski demikian, pertumbuhan kapitalisasi saham syariah sedikit lebih rendah dibandingkan total nilai kapitalisasi saham di Indonesia. Dibandingkan tahun lalu, nilai kapitalisasi saham syariah sudah naik 18 persen. Sedangkan total kapitalisasi saham yang tercatat di BEI hingga akhir Juli, tumbuh 19,7 persen dibandingkan akhir tahun lalu sebesar Rp 4.219 triliun.

Bahkan kesuksesan saham syariah yang meraup 60 persen pasar saham, ternyata tidak diikuti oleh produk keuangan lainnya. Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad mengatakan, pangsa pasar industri jasa keuangan syariah Indonesia saat ini baru mencapai kisaran 5-8 persen. 

Berdasarkan data OJK, total asset perbankan syariah hingga Mei 2014, baru mencapai Rp 250,5 triliun. aset asuransi syariah Rp 19,3 triliun. Sedangkan aset  pembiayaan syariah sampai dengan Juni 2014 Rp 23,5 triliun, sukuk korporasi sampai dengan Juli 2014 Rp 7 triliun, reksa dana syariah sampai dengan Juli 2014 Rp 9,5 triliun, dan Sukuk Negara sampai dengan Juli 2014 Rp 179,1 triliun.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait