IHSG Tunggu Kebijakan Harga BBM Subsidi

Pelaku pasar masih menunggu hasil pembicaraan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono SBY dengan presiden terpilih Joko Widodo
Image title
Oleh
26 Agustus 2014, 10:02
IHSG
Arief Kamaludin|KATADATA
KATADATA | Agung Samosir

KATADATA ? Belum jelasnya rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi memberikan sentimen terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Apalagi terdapat sejumlah informasi yang menyebutkan terjadi kelangkaan BBM di sejumlah daerah.

Fath Aliansyah Budiman, analis Mandiri Sekuritas, mengatakan usul Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH migas) untuk menaikkan harga BBM bersubsidi jenis premium menambah ketidakjelasan di kalangan pelaku pasar. Kepala BPH Migas Andi Noorsaman Someng sebelumnya menyatakan pemerintah seharusnya menaikkan harga BBM dari Rp 6.500 ke Rp 10.000 per liter.

?Masyarakat termasuk pelaku pasar masih menunggu implementasi dari kebijakan ini. Juga melihat pengaruhnya ke masyarakat akan bagaimana,? ujar Fath di Jakarta, Selasa (26/8).

Saat ini, pelaku pasar masih menunggu hasil pembicaraan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan presiden terpilih Joko Widodo, yang akan dilaksanakan di Bali pada 27-28 Agustus mendatang.

Fath memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak menguat di kisaran 5.174-5.197. Penguatan ini didukung pula oleh pasar saham Amerika Serikat (AS) yang positif.

?Selain karena pengumuman penguranan stimulus The Fed, berbalik positifnya bursa AS juga karena indeks Dow Jones Industrial Avg naik 0,44 persen dan S&P500 juga naik 0,48 persen,? tutur Fath.

Sementara pasar Asia, justru mengalami koreksi karena rencana pengurangan stimulus The Fed. Hal ini pula yang menurut Fath, bisa menahan laju pergerakan IHSG.

Hal senada disampaikan Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada yang mengatakan dengan membaiknya perekonomian AS, pelaku pasar berekspektasi rencana kenaikan suku bunga The Fed tidak akan dilakukan dalam waktu dekat.

Komentar Presiden ECB Mario Draghi, mengenai pandangan ekonomi zona Euro juga turut menjadi sentimen positif bagi bursa Asia. ?Kalau saya perkirakan IHSG ada di rentang support 5.168-5.178 dan resisten 5205-5215,? kata dia.

Reza juga merekomendasikan saham-saham seperti PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR). Juga saham lainnya yakni PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), PT Wiko Beton Tbk (WTON), dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait