Penguatan Rupiah Tunggu Kabinet Jokowi-JK

Jika susunan kabinet sesuai dengan harapan pasar maka akan menguat jika tidak penguatan akan terhenti
Image title
Oleh
22 Agustus 2014, 12:56
Rupiah
Arief Kamaludin|KATADATA
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ?  Pergerakan rupiah menguat pasca keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengokohkan kemenangan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden 2014-2019. Rupiah diprediksi lebih menguat setelah Jokowi-JK mengumumkan susunan kabinetnya.

"Pengumuman kabinet yang ditunggu investor. Jika susunan kabinet sesuai dengan harapan pasar maka akan menguat, jika tidak penguatan akan terhenti," ujar Ekonom Bank Tabungan Negara (BTN) Agustinus Prasetyantoko ketika dihubungi Katadata, Jumat 11 Agustus 2014.

Sekitar pukul 12.10 WIB, rupiah hari bergerak di level 11.655 atau menguat 38 poin (0,33 persen) dibanding penutupan hari sebelumnya 11.693.

Penguatan rupiah ini dipengaruhi putusan MK yang merupakan putusan final dan sesuai ekspektasi pasar. Terlebih dari pihak pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa tak menunjukkan perlawanan politik. Prasetyantoko memperkirakan penguatan itu akan berlangsung dalam hitungan hari, karena tidak ada lagi sentimen regional yang bisa membuat rupiah menguat.

Pergerakan rupiah juga masih terganjal isu struktural yang terkait dengan isu fiskal yaitu besarnya subsidi bahan bakar minyak (BBM). Ditambah dengan defisit transaksi berjalan pada kuartal II/2014 yang mencapai US$ 9,1 miliar atau 4,27 persen dari PDB. 

Masalah struktural itu bisa diatasi pemerintahan Jokowi dengan menaikkan harga BBM bersubsidi tahun depan. Sehingga ada ruang fiskal yang luas pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015. "Jika pasar makin percaya, akhir tahun rupiah bisa mencapai 11.300," tuturnya.

Kepala ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih memperkirakan pergerakan rupiah dalam jangka pendek akan stabil, meski penguatan hanya berlangsung hari ini setelah putusan MK yang sesuai dengan ekspektasi pasar. Hal ini disebabkan investor telah mengetahui data-data fundamental ekonomi seperti transaksi berjalan kuartal II/2014. Selain itu pasar juga sudah memprediksi inflasi akan bertambah pasca lebaran, termasuk defisit perdagangan 

Dia mengatakan pergerakan rupiah yang stabil karena dari sisi dalam negeri kondisi fundamental ekonomi sudah diketahui investor, seperti defisit transaksi berjalan semester II/2014, lalu pasar juga sudah memprediksi inflasi akan bertambah pasca lebaran Idul Fitri, termasuk defisit neraca perdagangan Juni yang mencapai US$ 300 juta. 

Menurut Lana, rupiah justru diprediksi melemah sedikit di kisaran Rp 11.700 pada triwulan III karena meningkatnya permintaan valuta asing pada September untuk pembayaran utang. "Sampai menunggu penantian kabinet Jokowi. Kalau kabinet menurut pasar oke, maka akan menambah penguatan rupiah," katanya.

Senada dengan Prasetyantoko, Lana menilai jika kabinet Jokowi dikenal pasar dan sesuai harapan, makan rupiah diprediksi menguat hingga Rp 11.300. Tetapi jika kabinet yang dipilih Jokowi orang yang netral tidak memihak atau pun kontra dengan pasar tidak akan ada penguatan signifikan terhadap rupiah. 
"Saya prediksi hingga akhir tahun  rupiah ada dikisaran Rp 11.300-11.500," tuturnya.

Reporter: Rikawati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait