Bea Masuk 0 Persen, Asalkan Korea Membawa Investasi Besar

Neraca perdagangan Indonesia denganKorea masih defisit
Image title
Oleh
22 Agustus 2014, 11:01
Tj. Priok KATADATA|Donang Wahyu
Tj. Priok KATADATA|Donang Wahyu
KATADATA | Donang Wahyu

KATADATA ? Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung mengatakan pemerintah bersedia meringankan bea masuk menjadi 0 persen untuk Korea Selatan. Namun syaratnya Negeri Ginseng tersebut juga harus bersedia membawa masuk investasi di sektor tertentu dalam jumlah besar, yang dibutuhkan Indonesia.

Hal ini dikatakan Chairul, terkait kesepakatan pemerintah Indonesia dan Korea Selatan untuk melanjutkan perundingan bilateral Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA). Masalahnya, ?sudah berunding 7 kali tapi belum selesai,? ujar Chairul (21/8).

Perundingan pertama dan kedua IK-CEPA telah dilaksanakan pada 12 Juli 2012 dan 10-11 Desember 2012 di Jakarta. Pada kedua pertemuan tersebut, kedua Negara menyepakati Terms of Reference (TOR) IK-CEPA. Perundingan pun terus berlanjut hingga tujuh kali, tapi tetap tidak bisa menghasilkan apa-apa, dan akhirnya berhenti.

Korea Selatan meminta Indonesia bisa meringankan bea masuk hingga 0 persen. Sementara Indonesia meminta Korea bisa membawa investasi yang besar pada sektor tertentu yang dibutuhkan di dalam negeri. Namun di tengah perjalanan, perusahaan Korea yang rencananya akan berinvestasi di Indonesia malah membatalkan rencananya dan memilih berinvestasi di negara lain.

Saat ini pihak Korea Selatan kembali mengajak Indonesia untuk melanjutkan perundingan. Pihak Korea pun membawa salah satu perusahaannya, Samsung yang mengaku sudah siap berinvestasi sebesar US$ 2,5 miliar mulai September tahun ini. Sebelumnya Samsung sempat membatalkan investasi dan memilih memperbesar pabriknya di Vietnam.

Dengan melanjutkan perundingan ini, pemerintah berharap akan ada kesepakatan yang bisa tercapai dan menguntungkan bagi kedua negara. "Prinsipnya jika duduk Bersama dengan win win solution bisa diselesaikan," ujarnya.

Sebenarnya pertimbangan untuk memberikan bea masuk 0 persen ini sangatlah sulit, mengingat neraca perdagangan Indonesia dengan Korea Selatan masih defisit. Hingga 2011, perdagangan Indonesia dengan Korea Selatan masih surplus US$ 125 juta. Setelah itu, neracanya berbalik menjadi defisit pada 2012 sebesar US$ 1,6 miliar dan 2013 sebesar US$ 2,8 miliar.

Sementara dari sisi investasi, secara nilai investasi Korea Selatan yang masuk ke Indonesia memang terus meningkat. Pertumbuhannya mencapai 14,5 persen pada 2011, 21,5 persen pada 2012, dan 24,3 persen pada 2013. Porsi investasi Korea di Indonesia untuk kawasan Asia, masih dibawah Jepang dan Singapura. Bahkan semester I tahun ini, investasi Korea sudah tersalip oleh Malaysia. 

Reporter: Rikawati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait