Ini Kota-kota di Dunia yang Paling Layak Huni

Ada kemiripan di antara kotakota yang dinilai paling layak yakni kota menengah di negara kaya dengan jumlah penduduk yang relatif rendah
Image title
Oleh
22 Agustus 2014, 11:13
Melbourne
Melbourne
wikipedia

KATADATA ? Melbourne, Australia dinilai sebagai kota paling layak huni dari 140 kota di dunia yang disurvei oleh Economist Intelligence Unit (EIU). Kota ini memiliki indeks kelayakan paling tinggi yang membuat penghuni serta kaum ekspatriat nyaman tinggal di kota tersebut.

EIU menjelaskan, penilaian atas kelayakan huni yang dimaksud dalam survei ini meliputi lima kategori, yakni stabilitas, pelayanan kesehatan, budaya dan lingkungan, pendidikan, serta infrastruktur.

Faktor stabilitas merupakan salah satu perhitungan yang penting. Krisis politik yang terjadi Ukraina telah mempengaruhi kondisi kota Kiev, Moskow, serta St Petersburg. Begitupula dengan Bangkok yang dinilai tidak stabil karena ada gejolak politik lokal.

Perang saudara yang terjadi di Suriah pun telah mempengaruhi kondisi kota Damaskus. Dalam survei ini, ibukota Suriah itu berada di peringkat paling bawah kota layak huni alias sebagai kota yang kondisinya paling buruk di dunia.

Ada kemiripan di antara kota-kota yang dinilai paling layak, yakni sebagai kota menengah di negara kaya dengan jumlah penduduk yang relatif rendah. ?Sehingga dapat mendorong aktivitas rekreasional tanpa menyebabkan tingkat kejahatan yang tinggi atau infrastruktur yang terbebani,? sebut EIU dalam keterangannya.

Sebanyak delapan dari 10 kota paling layak dihuni menurut survei ini berada di Australia dan Kanada dengan tingkat kepadatan populasi antara 2,88-3,40 orang per kilometer (km) persegi. Finlandia dan Selandia Baru yang juga masuk dalam 10 besar, tingkat kepadatan penduduknya cuma  16 orang per km persegi. Sementara rata-rata dunia sebesar 45,65 orang per km persegi, dan di Amerika Serikat sebesar 32 orang per km persegi. 

Reporter: Aria W. Yudhistira
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait