Tiga BUMN Bentuk Bank Joint Venture

Bank Mandiri menjadi pemegang saham mayoritasKepemilikan saham Pos Indonesia dan Taspen masingmasing 202 persen
Image title
Oleh
21 Agustus 2014, 13:36
Bank Mandiri
Agung Samosir|KATADATA
KATADATA | Agung Samosir

KATADATA ? PT Bank Mandiri Tbk, PT Pos Indonesia, dan PT Taspen bekerja sama membentuk bank joint venture dengan Bank Sinar Harapan Bali (BSHB). Bank yang ditargetkan beroperasi awal 2015 itu kini menunggu izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

April 2013, lalu, ketiga BUMN itu telah menandatangani kesepahaman pembentukan bank baru ini. Bank Mandiri menjadi pemegang saham mayoritas, dan kepemilikan saham Pos Indonesia dan Taspen masing-masing 20,2 persen.

Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan realisasi pembentukan bank joint venture itu akan memperluas layanan keuangan, khususnya dalam upaya pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Kami juga ingin meningkatkan  akses layanan keuangan yang luas bagi masyarakat," tutur Budi ketika menandatangani kerjasama pendirian bank joint venture tersebut di Jakarta, Kamis 21 Agustus 2014.

Direktur Utama Taspen Iqbal Latanro menambahkan berdasarkan kajian Taspen, sebagian besar pensiunan ternyata masih membutuhkan pendanaan untuk menjalankan usaha agar mampu membiayai kebutuhan hidup dan pendidikan anak. Keberadaan bank baru ini diharapkan akan memberikan tawaran baru bagi para pensiuanan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

"Kemi berharap, dengan sinergi antar badan usaha milik negara ini, para pensiunan dapat terbantu dalam mendapatkan akses pendanaan yang mudah dan murah," kata Iqbal.

Bank joint venture ini juga akan mempermudah akses pensiunan dan menyasar pembiayaan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) aktif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dari jumlah total penduduk yang bekerja 118,2 juta orang, sebanyak 4,4 juta di antaranya merupakan PNS.

Direktur Utama Pos Indonesia Budi Setiawan mengatakan, pembayaran dana pensiun sekitar 700 ribu pensiunan merupakan potensi besar yang bisa digarap. Modal disetor Pos Indonesia dalam pembentukan bank joint venture mencapai sekitar Rp 175 miliar. 
"PT Pos akan bekerjasama dalam hal installment dan pemotongan. Memanfaatkan kantor cabang Taspen untuk pemasaran," tuturnya.

Petrus Lelyemin

Reporter: Redaksi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait