Reksadana Berbasis Dollar Tumbuh Pesat

Reksadana Manulife mencatatkan pertumbuhanasset under management2 ribu persen lebih hanya dalam waktu satu tahun
Image title
Oleh
17 Mei 2013, 11:11
bursa saham
Arief Kamaludin|KATADATA
KATADATA

KATADATA ? Reksadana Manulife Greater Indonesia Fund (MGIF) mencatatkan pertumbuhan asset under management 2 ribu persen lebih hanya dalam waktu satu tahun. Pada akhir April tahun ini, Reksadana saham berdenominasi dollar AS yang diterbitkan Manulife  Asset Management Indonesia, mencatat total AUM mencapai US$ 129,26 juta. Padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya total AUM reksadana MGIF baru mencapai US$ 4,84 juta. 

Berdasarkan data PT Infovesta Utama, MGIF mencetak return tertinggi sebesar 18,23 persen dalam empat bulan di 2013. Return sebulan hingga April 2013 tercatat sebesar 2,95 persen. Reksadana dollar lainnya yang juga mencatat return positif adalah reksadana campuran Panin Dana US Dollar milik PT Panin Asset Management. Return reksadana ini sejak awal tahun hingga April sebesar 2,39 persen dan 3,75 persen dalam sebulan.

Head of Operation and Business Development PT Panin Asset Management, Rudiyanto mengatakan, Panin Dana US Dollar membenamkan 70-80 persen dana kelolaan di obligasi Indonesia berdenominasi dollar AS seri 18, 20 dan 42. Sementara pilihan saham Panin antara lain PT BNI Tbk (BBNI), PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Targetnya, return bisa mencapai 6-10 persen hingga akhir tahun. Posisi dana kelolaan per April 2013 sebesar US$11,6 juta. Dana kelolaan ini diharapkan dapat tumbuh 15 persen hingga akhir 2013. Rudiyanto mengatakan, reksadana jenis ini memiliki risiko berupa fluktuasi harga obligasi dan nilai tukar (kurs).  Sejauh rupiah mampu bergerak stabil, performa reksadana ini bisa tetap baik. 

Sumber: kontan.co.id

Reporter: Redaksi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait