Ekonomi Membaik, BI Rate Dipertahankan 5,75 Persen

Bank Indonesia mencatat kondisi fundamental ekonomi nasional pada triwulan II 2013 semakin kokoh
Image title
Oleh
15 Mei 2013, 11:11
kartu kredit
KATADATA
KATADATA

KATADATA ? Bank Indonesia mencatat kondisi fundamental ekonomi nasional pada triwulan II 2013 semakin kokoh. Arus modal masuk semakin deras, kinerja ekspor meningkat, cadangan devisa melonjak, neraca pembayaran membaik, laju inflasi tetap terkendali, dan prospek Produk Domestik Bruto (PDB) yang tetap tumbuh konsisten.

Namun, penundaan rencana penaikan harga BBM bersubsidi bisa mengganjal penguatan fundamental ekonomi nasional. Saat ini, ekspektasi inflasi yang bersumber pada penaikan harga BBM bersubsidi terus meningkat. Terkatung-katungnya kebijakan BBM juga akan semakin membebani transaksi berjalan, menaikkan kembali risiko domestik seperti Credit Default Swaps Indonesia yang bulan lalu sempat menurun.

Indikator itu pula yang menjadi pertimbangan BI mempertahankan BI Rate untuk ke 16 kalinya pada level 5,75 persen. Suku bunga acuan masih tetap konsisten dengan sasaran inflasi tahun ini dan tahun depan sebesar 4,5 persen plus-minus 1 persen. Meski bulan lalu deflasi, BI tetap mewaspadai tekanan inflasi yang berasal dari kenaikan ekspektasi inflasi terkait kebijakan BBM yang akan ditempuh pemerintah.

Direktur Eksekutif Departemen Perencanaan Strategis dan Humas BI Difi A Johansyah mengungkapkan bank sentral bakal melanjutkan penguatan operasi moneter melalui penyerapan yang lebih besar ke tenor lebih jangka panjang.

BI memperkirakan perekonomian nasional pada triwulan II-2013 tumbuh kuat karena ditopang oleh perbaikan ekspor dan kuatnya permintaan domestik. Pertumbuhan konsumsi rumahtangga yang relatif tinggi pada kuartal II-2013 diperkirakan akan melambat akibat masih terbatasnya daya beli masyarakat. Tapi konsumsi pemerintah diprediksi meningkat karena penyerapan anggaran pemerintah lebih ekspansif.

Reporter: Muhammad Kahfi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait