Hadapi MEA, Pemerintah Percepat Infrastruktur Jalan

Badan Usaha Milik Negara BUMN diharapkan bisa turut membantu pemerintah dalam menyelesaikan proyek infrastruktur
Image title
Oleh
19 Agustus 2014, 14:45
Infrastruktur
Arief Kamaludin|KATADATA
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Pemerintah akan mempercepat proyek pembangunan jalan untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Selain TRans-JAwa, pemerintah juga mempercepat pembangunan ASEAN Railway dan jalan lintas cepat atau express way di kawasan Sumatera. 

?Tahun depan kita sudah menghadapi MEA, jadi target kami tuntaskan Trans-Jawa. Kami harapkan semua ini akan rampung lima tahun ke depan,? kata Hermanto Dardak, Wakil Menteri Pekerjaan Umum, saat berbicara di forum ?Forbes Leadership on State Owned Enterprises: Managing Transition? di Hotel JW Marriott, Jakarta, Selasa (19/8).

Dia menyebutkan, pembangunan jalan di Indonesia sudah sangat mendesak. Hal ini karena dari total 500.000 km jalan di Indonesia, yang termasuk kategori jalan ekspres hanya 800 km. Sedangkan yang termasuk jalan nasional hanya 40.000 km, dan 51.000 km merupakan jalan provinsi. Sementara sisanya merupakan jalan kabupaten dan kota.

?Di klaster-klaster pertumbuhan di kota-kota besar seperti Medan dan Jakarta, sebetulnya kita bergantung pada jalan-jalan subnasional untuk mengangkut produk primer ke perkotaan maupun pelabuhan,? kata Hermanto.

Hermanto  berharap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bisa turut membantu pemerintah dalam menyelesaikan proyek-proyek tersebut. Jika perlu, pemerintahan mendatang memberi subsidi bagi pembangunan jalan subnasional khususnya di klaster pusat pertumbuhan.

Peran serta BUMN dan pihak swasta, menurut Hermanto, penting lantaran anggaran infrastruktur pemerintah masih sangat rendah. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, pada 2014 anggaran infrastruktur Indonesia hanya sebesar Rp 206,6 triliun atau 2 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Dengan adanya peranan dari BUMN dan swasta, setidaknya anggaran infrastruktur bisa meningkat menjadi 5 persen terhadap PDB.

?Di berbagai negara yang infrastrukturnya baik secara umum pendapatannya tinggi, dan daerah tersebut menjadi produktif. Sementara Indonesia saat ini tingkat competitiveness infrastrukturnya ada di peringkat 80,? tuturnya.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait