Jokowi Siapkan RAPBN Bayangan

Dana subsidi akan dialihkan ke programprogram yang lebih tepat sasaran
Image title
Oleh
18 Agustus 2014, 10:07
Joko Widodo KATADATA | Arief Kamaludin
Joko Widodo KATADATA | Arief Kamaludin
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Tim ekonomi Joko Widodo kini tengah merevisi RAPBN 2015 yang disampaikan Presiden SBY agar bisa menjadi instrumen penggerak pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pendapatan rakyat sesuai visi misi presiden RI terpilih itu. Postur RAPBN 2015 dinilai tidak akomodatif terhadap visi misi Jokowi. Karena itu, Jokowi akan mengajukan RAPBN bayangan ke DPR setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan hasil sengketa pilpres pada 21 Agustus mendatang.

Dalam RAPBN bayangan, Jokowi antara lain akan meningkatkan belanja modal guna menggenjot pembangunan infrastruktur. Sedangkan dana subsidi akan dialihkan ke program-program yang lebih tepat sasaran. Dana subsisi juga akan dialokasikan untuk membangun infrastruktur publik.

"Tim Pak Jokowi JK akan menyusun RAPBN 2015 yang sesuai visi misi mereka. RAPBN tersebut akan diajukan ke DPR segera setelah MK memutuskan hasil sengketa pilpres," ujar Sri Adiningsih, anggota tim ekonomi Jokowi-JK dari Megawati Institute seperti yang dikutip Investor Daily (18/8).

Dalam RAPBN 2015, total anggaran belanja mencapai Rp 2.019,9 triliun atau meningkat Rp 143 triliun dibandingkan pagu APBN Perubahan 2014. Belanja anggaran yang menembus di atas Rp 2000 triliun merupakan yang pertama kali dalam sejarah Indonesia.

Idealnya, anggaran sebesar itu mempunyai daya stimulus tinggi untuk perekonomian nasional. Namun diperkirakan daya stimulusnya minim karena meningkatnya volume anggaran tidak untuk program produktif, tetapi lebih sebagai konsekuensi melambungnya belanja mengikat seperti subsidi BBM yang bertambah sekitar RP 44,6 triliun, pembayaran bunga utang yang bertambah Rp 18,5 triliun dan transfer daerah yang bertambah Rp 43,5 triliun.

Reporter: Redaksi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait