Minim Sentimen Positif, IHSG Tunggu Keputusan MK

Investor masih melihat ada kekhawatiran atas hasil putusan MK tersebut
Image title
Oleh
18 Agustus 2014, 08:57
Bursa KATADATA | Arief Kamaludin
Bursa KATADATA | Arief Kamaludin
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini diprediksi minim mendapatkan sentuhan sentimen positif. Pelaku pasar memilih berjaga-jaga menunggu hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 21 Agustus nanti.

?Jadi nggak ada sentimen yang positif (yang bisa menguatkan IHSG) saat ini, karena investor memilih mengurangi portofolio mereka untuk berjaga-jaga,? kata Reza Nugraha, analis MNC Securities, kepada Katadata, Senin (18/8).

Menurutnya, investor masih melihat ada kekhawatiran atas hasil putusan MK tersebut. Juga terkait adanya rumor yang menyebut salah satu pasangan capres akan menggerakan ribuan massa ke Gedung MK pada 21 Agustus mendatang pada saat dibacakannya putusan tersebut.

Reza memperkirakan IHSG akan berada pada rentang 5.050-5.170. ?Selama seminggu IHSG kan berada pada posisi 5.000-5.170 ya, hari ini nggak jauh dari itu. Investor masih wait and see-lah,? ujarnya.

Sementara itu, Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities, memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 5.127-5.132 dan resisten 5.178-5.185.

Menurut dia, pada pekan lalu rilis BI Rate tidak berpengaruh pada IHSG. Diperkirakan pada hari ini laju bursa saham global yang positif dan pembacaan nota keuangan APBN tampaknya juga belum mampu menghijaukan IHSG.

?Karena sentimen positifnya minim, itu akan berpotensi melemahkan IHSG yang masih di sekitar area overbought. Jadi tetap waspadai adanya pelemahan lanjutan,? ujarnya.

Pelemahan ini, kata dia, karena investor asing juga berbalik mencatatkan net sales, sehingga turut diikuti pelaku pasar lainnya. Dia menjelaskan, hampir mendekatinya IHSG pada area overbought langsung dimanfaatkan pelaku pasar untuk profit taking.

?Ada Pidato Kenegaraan oleh Pak SBY dan pembacaan nota keuangan, juga asumsi APBN 2015 tetap nggak mendapat tanggapan positif dari pelaku pasar,? imbuh Reza.

Dalam sepekan net sell asing sebesar Rp 443,82 miliar. Jika hitung sejak awal tahun, lanjut Reza. sampai dengan pekan kemarin posisi asing tercatat net buy Rp 54,32 triliun atau lebih rendah dari pekan sebelumnya yang Rp54,77 triliun.

Reza menambahkan, kembalinya asing yang mencatatkan net buy meski tipis, kemudian laju rupiah yang kembali terapresiasi memberi penguatan pada saham-saham konsumer dan infrastruktur. ?Karena sebelumnya melemah, pelaku pasar memanfaatkan pelemahan itu untuk masuk lagi. Jadi berbalik, menguatnya indeks kedua sektoral itu,? tuturnya.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait