Infrastruktur Jadi Pekerjaan Rumah Serius Bagi Pemerintah Baru

Tidak mungkin Indonesia menjadi raksasa ekonomi Asia tanpa infrastruktur yang makin lengkap berkualitas dan modern
Image title
Oleh
15 Agustus 2014, 16:31
pembangunan infrastruktur
KATADATA
KATADATA | Agung Samosir

KATADATA ? Pembangunan sektor infrastruktur masih akan menjadi pekerjaan rumah serius pemerintah baru nanti. Upaya pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)mempercepat dan memperluas pembangunan infrastruktur melalui desain utama pembangunan Masterplan Percepatan dan Perluasan  Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) ternyata masih menyisakan banyak proyek yang harus dilanjutkan pemerintahan baru.

Presiden SBY mengatakan sejak dicanangkan pada tahun  2011, program MP3EI telah merealisasikan lebih dari 382 proyek, terdiri dari 208 proyek infrastruktur dan 174 proyek sektor riil. Nilai proyek yang telah direalisasikan tersebut mencapai Rp 854 triliun. Adapun mayoritas proyek tersebut terdapat di luar pulau Jawa dengan total nilai proyek sebesar Rp 544 triliun.

"Ini tetap merupakan pekerjaan rumah besar kita, karena tidak mungkin Indonesia menjadi raksasa ekonomi Asia tanpa infrastruktur yang makin lengkap, berkualitas dan modern," ujar SBY dalam pidato kenegaraannya di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (15/8).

SBY menjelaskan, untuk mempercepat pembangunan antarwilayah, pemerintah telah memulai pembangunan enam koridor ekonomi. Pembangunan enam koridor ini diharapkan dapat merangsang pusat-pusat pertumbuhan ekonomi wilayah dan klaster-klaster industri di masing-masing koridor, dengan menggali potensi dan keunggulan daerah.

Dia mengungkapkan kebanggaannya melihat majunya pembangunan di berbagai wilayah seperti, pertumbuhan ekonomi Makasar yang lebih tinggi dari Cina. Kebanggaan lainnya adalah Kabupaten Badung yang menjadi lokasi turis utama di Asia; Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang memangkas angka kemiskinan dari 20 persen menjadi 9 persen hanya dalam waktu 3 tahun; Bandung berambisi membangun Silicon Valley Indonesia; Upaya Provinsi Maluku untuk menjadi lumbung perikanan nasional; dan Surabaya yang diakui dunia sebagai salah satu kota percontohan.

"Bandar udara yang megah dan modern di Makassar, Balikpapan, Medan dan Bali, tidak kalah megah dari bandara internasional Soekarno-Hatta. Jalan tol atas laut di Bali, jalur kereta api baru dari bandara ke pusat kota Medan, atau jembatan Kelok Sembilan di Sumatera Barat," urainya.

Meski demikian, SBY juga mengakui bahwa masih banyak tantangan dalam hal percepatan pembangunan infrastruktur. Banyak proyek-proyek infrastruktur yang lama terhambat pelaksanaannya, bahkan terhenti, baik karena alasan politik, birokrasi atau logistik. 

Pelaksanaan MP3EI diharapkan akan menciptakan lebih banyak pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dan infrastruktur baru di seluruh Indonesia. Karena, "Indonesia hanya akan maju apabila segala potensi dan peluang yang ada di seluruh daerah dapat dibangun bersama secara produktif," ujarnya.

 

Petrus Lelyemin

Katadata

Reporter: Redaksi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait