Tujuan Ekonomi SBY Ciptakan Kelas Menengah Baru

Karena itulah kebijakan pembangunan kita harus terus mendorong pertumbuhan kelas menengah
Image title
Oleh
15 Agustus 2014, 15:31
KATADATA | Arief Kamaludin
KATADATA | Arief Kamaludin
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan selama 10 tahun masa pemerintahannya berhasil menciptakan kelas menengah baru. Bahkan pertumbuhan kelas menengah Indonesia menjadi salah satu yang tercepat di Asia Tenggara.

SBY mengakui pertumbuhan ekonomi yang dipacu oleh administrasinya mempunyai tujuan ganda. Di satu sisi menurunkan secara sistematis dan signifikan angka kemiskinan, kemudian secara bersamaan meningkatkan kesejahteraan rakyar dan kelas menengah.

?Efektivitas pembangunan nasional tidak semata-mata diukur dari pengentasan kemiskinan.  Ukuran lain yang juga penting adalah pertumbuhan kelas menengah,? kata SBY dalam pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-69 Proklamasi Kemerdekaan di depan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Jumat (15/8).

Dalam pandangannya, jika kelas menengah membesar maka jumlah kemiskinan otomatis menurun. Hal ini karena yang masuk menjadi kelas menengah adalah dari golongan miskin yang berhasil mengubah nasibnya. Dia mencontohkan, buruh tani yang menjadi pemilik lahan, karyawan yang menjadi manajemen, atau si miskin yang menjadi pengusaha, dosen, atau pejabat.

?Di abad ke-21, saya yakin seyakin-yakinnya bahwa kemajuan Indonesia bukan diukur dari jumlah konglomerat, namun diukur dari jumlah kelas menengah,? tuturnya. ?Karena itulah, kebijakan pembangunan kita harus terus mendorong pertumbuhan kelas menengah.?

Dia mengutip salah satu sumber yang menyebutkan jumlah kelas menengah Indonesia bertambah 8 juta orang per tahun. ?Kita harus terus menjaga momentum positif ini karena secara global, revolusi besar yang akan kita saksikan di abad ke-21 adalah revolusi transformatif dan kreatif yang akan dimotori oleh kelas menengah,? kata dia.

(Baca: Superkaya RI Makin Makmur, Meski Ekonomi Krisis)

Berdasarkan laporan Credit Suisse's Global Wealth Databook 2013, nilai tengah (median) kekayaan penduduk dewasa Indonesia pada 2013 sebesar US$ 2.393 per orang. Jumlah ini naik dari angka pada tahun sebelumnya senilai US$ 2.293 per orang. Namun angka median ini lebih rendah dari posisi pada 2010 yang mencapai US$ 3.311 per orang.  

Dari laporan tersebut, mayoritas penduduk dewasa Indonesia yang mencapai 157,87 juta orang pada 2008 memiliki kekayaan pribadi di bawah US$ 10.000 yang mencapai 81 persen. Sedangkan mereka yang memiliki kekayaan antara US$ 10.000-US$ 100.000 sebanyak 17,6 persen, kemudian 1,3 persen memiliki kekayaan antara US$ 100.000-US$ 1 juta. Sementara yang memiliki kekayaan di atas US$ 1 juta hanya 0,1 persen penduduk dewasa.

Reporter: Aria W. Yudhistira
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait