Suku Bunga Deposito Mulai Turun

Kondisi likuiditas yang cenderung melonggar membuat sejumlah bank mulai menurunkan suku bunga deposito pada awal semester II tahun ini
Image title
Oleh
14 Agustus 2014, 10:19
perbankan
KATADATA/ Donang Wahyu
KATADATA | Donang Wahyu

KATADATA ? Kondisi likuiditas yang cenderung melonggar membuat sejumlah bank mulai menurunkan suku bunga deposito pada awal semester II tahun ini. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Bukopin Tbk misalnya sudah menurunkan suku bunga depositonya sekitar 25 basis poin (bps).

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menuturkan kondisi likuiditas saat ini relatif sudah lebih longgar dibandingkan semester I-2014. Untuk itu, BCA akan menurunkan suku bunga depositonya secara bertahap. "Kami sudah mulai menuruunkan suku bunga deposito awal Agustus, sudah diturunkan 25 bps. Bulan depan turun lagi sekitar 25-50 bps," ujar Jahja seperti dikutip Investor Daily (14/08).

Jahja menjelaskan penurunan suku bunga deposito tersebut hanya dilakukan pada deposito dengan nominal besar yang memperoleh suku bunga spesial (special rate). Menurut Jahja, deposito yang sebelumnya memperoleh suku bunga sebesar 9,25 persen diturunkan menjadi 9 persen, sedangkan untuk deposito yang sebelumnya mendapatkan bunga 9 persen diturunkan menjadi 8,75 persen. "Sampai akhir tahun kemungkinan akan turun di sekitar 50 bps," ujarnya.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Bank Bukopin Tri Joko Prihanto mengungkapkan likuiditas di pasar sebenarnya saat ini sudah relatif melonggar. Dia pun berharap biaya dana akan mengalami penurunan pada semester II tahun ini. "Kami mau turunkan bunga deposito, untuk yang special rate. Semula kan special rate dikisaran 10-10,5 persen. Kami harapkan bisa di sekitar 10 persen," ujarnya.

Menurut dia penurunan suku bunga deposito tersebut akan dilakukan bertahap. Saat ini pihaknya sudah mulai menurunkan suku bunga deposito sebesar 25 bps. "Kami selaku bank akan mulai menurunkan karena tidak mau tertekan biaya dana, sudah mulai diturunkan 25 bps," ujarnya.

Reporter: Redaksi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait