83 Perusahaan Pembiayaan Kurang Modal

Perusahaan pembiayaan yang modalnya di bawah Rp 100 miliar perlu dimerger
Image title
Oleh
13 Agustus 2014, 09:45
Gedung OJK
Donang Wahyu|KATADATA
KATADATA | Donang Wahyu

KATADATA ? Sebanyak 83 perusahaan atau sekitar 40 persen perusahaan pembiayaan di Indonesia memiliki modal kurang dari Rp 100 miliar. Hal ini membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong agar perusahaan pembiayaan tersebut melakukan penggabungan (merger).

Kepala eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK Firdaus Djaelani mengatakan pihaknya sebagai regulator, akan berencana mengatur jangka waktu bagi perusahaan memenuhi ketentuan modal minimal Rp 100 miliar. Menurutnya aturan tersebut merupakan hal biasa, yang juga dilakukan negara lain. Jumlah perusahaan tidak perlu banyak, tapi memiliki modal yang besar.

? Ya, tunggu Peraturan OJK dulu lah. Oktober nanti keluar,? ujarnya, seperti dikutip harian Bisnis Indonesia, Rabu (13/8).

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84 Tahun 2006 tentang Perusahaan Pembiayaan, modal disetor minimal dari perusahaan pembiayaan adalah Rp 100 miliar. Dari jumlah modal yang disetor tersebut, kepemilikan asingnya juga dibatasi 85 persen.

Reporter: Redaksi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait