MMM Mengaku Bukan Perusahaan Investasi

MMM di Indonesia dijalankan oleh Forum Komunikasi Persaudaraan Indonesia FKPI
Image title
Oleh
12 Agustus 2014, 17:28
Rupiah
Arief Kamaludin|KATADATA
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? MMM Indonesia menjadi pilihan  Investasi ini menawarkan keuntungan sebesar 15 persen dalam 15 hari atau 30 persen dalam satu bulan. Namun, pengurusnya sendiri mengaku MMM bukan perusahaan investasi, dan lebih tepat disebut sebagai komunitas.

Leader MMM Indonesia Wilayah Bali I Kadek Mardika mengatakan sistem yang dijalankan MMM bukan merupakan investasi, bisnis atau arisan, walaupun ada uang yang disetorkan. Uang yang disetorkan anggotanya merupakan bantuan kepada anggota lain.

Menurutnya MMM lebih tepat disebut sebagai 'ideologi sistem keuangan'. Sistem MMM yang dijalankan di Indonesia merupakan salah satu program yang dilakukan oleh sebuah komunitas yang bernama Forum Komunikasi Persaudaraan Indonesia (FKPI). Sementara, FKPI sendiri sebenarnya baru berdiri pada Desember 2013.

"Makanya tidak ada manajemen dalam MMM, karena semua dilakukan oleh sistem," ujarnya kepada Katadata, Selasa (12/8).

Kadek Mardika mengaku MMM tidak perlu membentuk perusahaan karena MMM Indonesia tidak mengambil sepeser pun uang dari anggotanya. Semua uang yang masuk secara otomatis diatur oleh sistem untuk membantu anggota lain (peserta lama).

(Baca: Beri Keuntungan 30 Persen, Ini Penjelasan Leader MMM)

Hingga saat ini pun, Kadek mengaku belum pernah mendapat teguran dari Otoritas Jasa Keuangan sebagai pengawas industri keuangan. Karena MMM memang bukan perusahaan keuangan dan tidak pernah mengambil sepeser pun uang dari pesertanya. Bahkan menurutnya, hingga saat ini pun belum ada peserta MMM yang merasa dirugikan.

MMM atau Mavrodi Mondial Moneybox berasal dari Rusia, pertama kali diperkenalkan di Indonesia juga oleh sejumlah warga negara Rusia pada Juli 2012. Namun, mereka tidak banyak bergerak karena khawatir MMM akan dianggap menggalang dana dan menipu masyarakat. Selain itu, sistem MMM yang dijalankan dalam bahasa Rusia membuat skema ini pada awalnya tidak berkembang di Indonesia. "Saat itu banyak orang belum percaya dengan MMM," ujar Kadek.

Pada Oktober 2012, Robertus Julyanto yang menggagas MMM di Indonesia, bertemu dengan Leader MMM Ukraina bernama Stanislav Boyko. Kemudian pada November 2012, Robertus mulai mempromosikan MMM dengan bantuan sistem dari Ukraina. Hingga Januari tahun lalu, Robertus berhasil menjaring 50 peserta.

Robertus Julyanto, sendiri belum bisa memberikan penjelasan mengenai seperti apa dan bagaimana MMM di Indonesia via telepon. Dia ingin menjelaskan semua hal tentang MMM dengan wawancara langsung. 

Saat ini dia sedang sibuk berkeliling Indonesia untuk mempromosikan MMM. "Sekarang saya sedang di Palu, kemungkinan baru datang ke Jakarta pekan depan," ujarnya.

Reporter: Safrezi Fitra
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait