IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan

Penguatan didorong oleh masuknya dana asing karena berkurangnya sentimen negatif di pasar global
Image title
Oleh
12 Agustus 2014, 08:31
Bursa-BEI
Arief Kamaludin|KATADATA
KATADATA | Agung Samosir

KATADATA ? Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari diperkirakan melanjutkan penguatan yang terjadi kemarin. Namun investor tetap diminta untuk berhati-hati lantaran kenaikan indeks masih berada dalam pola technical rebound.

William Surya Wijaya, analis Asjaya Indosurya Securities, memprediksi IHSG berada dalam rentang 5.080-5.140. Penguatan didorong oleh masuknya dana asing karena berkurangnya sentimen negatif di pasar global.

?(Aliran dana)mulai meningkat walau belum begitu besar. Ini menunjukkan IHSG belum melepaskan diri dari fase konsolidasi dan masih memiliki potensi tertekan,? kata dia di Jakarta, Selasa (12/8).

Pada perdagangan Senin (11/8), IHSG ditutup pada posisi 5.113,2 atau naik 59,5 poin (1,2 persen) dari penutupan akhir pekan lalu. Seluruh sektor menunjukkan kenaikan, kecuali sektor energi yang turun 0,2 persen.

William menyarankan bagi investor jangka panjang untuk mengoleksi saham-saham PT Astra International Tbk (ASII), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Menurut Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities, menguatnya IHSG pada perdagangan kemarin terdorong penguatan bursa saham Asia. Penguatan di Asia juga memicu asing untuk kembali nett buy, dan menguatnya rupiah juga memberi sentimen positif bagi IHSG.

?Saham Asia menguat, investor langsung mengakumulasi saham. Sehingga IHSG berbalik menguat,? ujar dia.

Penguatan ini, lanjutnya, juga dimanfaatkan oleh investor untuk membeli saham-saham konsumer dan infrastruktur yang sebelumnya melemah. Kedua sektor ini merupakan penopang penguatan IHSG.

Tak hanya di bursa Asia, bursa Eropa yang mengalami kenaikan juga memberi respon positif bagi IHSG.

?Ini karena pelaku pasar merespon positif ketegangan di Rusia dan Ukraina yang mulai reda. Kan muncul pemberitaan Rusia akan menarik sebagian militernya, sekaligus mengurangi aktivitas militernya di perbatasan. Juga mau sudah mau bermediasi,? jelasnya.

Reza menambahkan, rilis inflasi di China yang tercatat stabil direspons positif oleh pasar, karena menimbulkan persepsi akan berkurangnya potensi pengetatan moneter di China. Dengan demikian memberi ruang bagi China untuk menambah stimulus.

Banyaknya sentimen positif ini, kata dia, membuat aksi jual oleh investor asing berkurang dan investor domestik yang kembali nett buy. ?Menurut saya IHSG bisa di rentang support 5.068-5.092 dan resisten 5.121-5.234. Karena aksi beli yang masih akan berlanjut karena meredanya pengaruh negatif di pasar saham global,? tuturnya.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait