Pertamina dan PLN Masih Akur Bangun Pembangkit Listrik

Meski sedang berseteru dua perusahaan ini masih bekerjasama menyelesaikan 9 proyek pembangkit listrik
Image title
Oleh
11 Agustus 2014, 19:13
dahlan iskan
KATADATA

KATADATA ? PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), tetap bekerjasama menyelesaikan proyek pembangkit listrik sesuai target. Meski demikian, keduanya masih tetap berseteru masalah harga solar.

Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengungkapkan, kedua perusahaan tersebut sedang bekerjasama membangun 9 proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). Hingga kini kerja sama kedua perusahaan itu, terus menunjukkan kemajuan dan diperkirakan akan rampung sesuai target pada 2016-2018.

"Ada yang menggali sumur sudah selesai, ada yang tengah gali. Geothermal (panas bumi) yang hampir 1000 MW (megawatt) itu akan selesai pada saatnya, karena tidak lagi menjadi proyek yang macet," ujar Dahlan di kantornya, Jakarta, Senin (11/8).

Kesembilan proyek pembangunan PLTP tersebut antara lain PLTP Kamojang unit 5, PLTP Karaha-Bodat, PLTP Ulu Belu 3 dan 4, PLTP Lahendong 5 dan 6, PLTP Lumut Balai 1 dan 2, PLTP Lumut Balai 3 dan 4, PLTP Ululai 1 dan 2, PLTP Sungai Penuh dan PLTP Kotamobagu 6.

Selain itu, kata Dahlan, proyek pipa dari Arun ke Belawan, yang akan mengalirkan gas dari ExxonMobil di Nanggroe Aceh Darussalam, untuk PLN dan industri di Medan, diperkirakan akan selesai Oktober nanti. Proyek yang selama ini dianggap mustahil dan tidak bisa dilaksanakan itu, kini tinggal menunggu persetujuan Menteri ESDM.

Sementara, 2 proyek pembangunan pipa gas, yakni jalur Gunding ke Tambak Lorok dan Gresik ke Semarang, ujar Dahlan, juga terus menunjukan kemajuan. Pipa Gas dari Guding ke Tambak Lorok dalam waktu 2 bulan ke depan sudah siap untuk mengalirkan gas.

"Dalam waktu 2 bulan lagi di Tambak Lorok yang selama ini menggunakan solar pada pembangkit listriknya, nanti menggunakan gas," ujarnya.

Petrus Lelyemin

Reporter: Redaksi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait