Penerbitan Euro Bonds Sumbang Kenaikan Cadangan Devisa Juli

Pemerintah menerbitkaneuro bondsbertenor tujuh tahun senilai 1 miliar euro US 14 miliar
Image title
Oleh
8 Agustus 2014, 19:37
Gedung Bank Indonesia 04.jpg
KATADATA | Donang Wahyu

KATADATA ?  Cadangan devisa Indonesia naik US$ 2,8 miliar pada akhir Juli 2014 menjadi US$ 110,5 miliar dibanding posisi sebulan yaitu US$ 107,7 miliar. Peningkatan itu berasal dari penerbitan euro bonds dan penerimaan devisa hasil ekspor migas pemerintah yang melampaui pengeluaran untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah.

"Penerimaan devisa sebagai dampak dari aliran masuk modal asing juga berpengaruh terhadap peningkatan posisi cadangan devisa Juli 2014," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara dalam rilisnya, Jumat, 8 Agustus 2014.

Seperti diketahui pemerintah menerbitkan euro bonds bertenor tujuh tahun senilai 1 miliar euro (US$ 1,4 miliar). Dalam obligasi itu, pemerintah mematok imbal hasil sekitar 2,9 persen atau lebih rendah dibanding obligasi berdenominasi dolar yang mencapai 4 persen. 

Posisi cadangan devisa itu dapat membiayai 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. BI kenaikan cadangan devisa berdampak positif terhadap upaya memperkuat ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Kepala Ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih menilai kenaikan cadangan devisa itu di luar prediksi. Awalnya ia memprediksi kenaikan cadangan devisa hanya sebesar US$ 2 miliar. "Namun sumber devisanya masih belum terlalu solid. Ada yang berasal dari penerbitan utang dan portofolio," ujarnya ketika dihubungi Katadata, Jumat 8 Agustus 2014.

Menurut Lana kenaikan cadangan devisa dalam jangka pendek itu memang baik. Namun perlu diwaspadai kenaikan yang berasal dari utang. Sebab dana itu hanya sementara karena bersumber dari pinjaman dan bukan milik pemerintah. Seharusnya perolehan peningkatan cadangan devisa berasal dari ekspor. Alasannya sumber dananya lebih sehat dan tidak hanya untuk memenuhi cadangan devisa dalam jangka pendek saja.

Reporter: Rikawati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait