Dirjen Pajak: Badan Penerimaan Negara Sebaiknya di Bawah Menkeu

Badan baru tidak perlu dibentuk setingkat kementerian karena hanya akan memperumit jalur koordinasi pengelolaan fiskal negara
Image title
Oleh
8 Agustus 2014, 16:46
fuad rahmany
KATADATA | Donang Wahyu
KATADATA | Donang Wahyu

KATADATA ?  Direktur Jenderal  Pajak Kementerian Keuangan Fuad Rahmany mengatakan bentuk apapun Badan Penerimaan Negara yang tengah disiapkan roadmap-nya tetap harus berada di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan. Badan baru tidak perlu dibentuk setingkat kementerian karena hanya akan memperumit jalur koordinasi pengelolaan fiskal negara.

"Jadi sementara ini selama Undang-undangnya belum diubah, badannya tetap harus bertanggungjawab atau tunduk kepada menteri keuangan. Jadi kalau ada orang bilang harus di bawah presiden itu harus ada undang-undangnya dulu," ujar Fuad di kantornya, Jakarta, Jumat 8 Agustus 2014.

Menurutnya apapun bentuk pengelolaan unit penggarap pendapatan negara, yang penting adalah fleksibilitas lembaga tersebut. Contohnya dalam hal perekrutan dan pemberhentian pegawai, anggaran dan tata kelola organisasinya.
"Yang penting itu bukan dalam hal independensi, tetapi Ditjen Pajak diberikan kewenangan merekrut sendiri, sistem insentif beda, bisa memberhentikan karyawan," ujarnya.

Fuad mengatakan untuk menyiapkan kelengkapan badan baru itu dibutuhkan waktu kurang lebih 3 tahun. Hal ini mempertimbangkan proses pembinaan tenaga baru hingga bisa organisasi di lapangan, pembangunan infrastruktur dan berbagai penyesuaian dari sisi organisasi. Fuad mencontohkan jika menambah pegawai 10 ribu, artinya harus menambah gedung. 

"Itu kan butuh anggaran, harus ke DPR dulu. Belum lagi orang baru harus dididik dulu agar kelakuannya benar," ujarnya.

Petrus Lelyemin

Reporter: Redaksi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait