Semester I-2014, BEI Jaring 17.000 Investor Baru

Total investor ritel saat ini 439 SID masih jauh dari target 1 persen jumlah penduduk Indonesia
Image title
Oleh
8 Agustus 2014, 12:55
Saham KATADATA | Arief Kamaludin
Saham KATADATA | Arief Kamaludin
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Sepanjang semester I tahun ini, Bursa Efek Indonesia berhasil menambah jumlah investor sebanyak 17.000 single investor id (SID). Perolehan tersebut membuat total investor ritel yang dimiliki BEI saat ini mencapai 439.000 SID.

"Memang masih cukup jauh, tapi Ini pertama kalinya kita bisa diatas 400.000 sejak tahun 2010 yang biasanya hanya 250.000, " tutur Direktur Pengembangan BEI Frederica Widyasari Dewi dalam acara undian hadiah Gemilang Investa Bursa II tahap I di Gedung BEI, Jakarta, Kamis malam (7/8).

Sebenarnya BEI menargetkan dapat menjaring sekitar setidaknya 1 persen dari jumlah penduduk Indonesia untuk menjadi investor di pasar modal. Dengan jumlah penduduk Indonesia sekitar 240 juta, artinya BEI harus bisa menjaring sekitar 1,96 juta investor lagi.

Untuk menjaring investor baru, BEI membuat program Gemilang Investa Bursa, dengan memberikan hadiah kepada investor yang bisa mengajak orang lain untuk menjadi investor. Selain itu, BEI juga berencana  menerapkan satu lagi program baru guna menarik minat investor potensial seperti kalangan pelajar dan akademisi melalui Gerakan Cinta Pasar Modal.

Peningkatan jumlah investor ini setidaknya diharapkan bisa meningkatkan transaksi perdagangan harian di BEI agar mencapai target. Mengingat tahun ini saja, BEI menurunkan target transaksi rata-rata perdagangan harian dari Rp 7 triliun menjadi Rp 6,4 triliun.

Penurunan target ini didasarkan pada realisasi transaksi rata-rata harian yang hanya Rp 6,2 triliun dalam beberapa bulan terakhir. Padahal momen pemilihan umum terbukti bisa meningkatkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tahun ini, walaupun rata-rata transaksi perdagangannya masih di bawah target.

Petrus Lelyemin

Reporter: Redaksi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait