IHSG Melemah, Analis Sebut Sektor Tambang Jadi Pilihan

Harga timah menguat 05 persen dan nikel menguat 09 persen
Image title
Oleh
8 Agustus 2014, 12:19
Saham-1.jpg
KATADATA/
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Meski IHSG hari ini diperkirakan bakal datar dan cenderung melemah, sebagian analis menyebut saham sektor tambang kemungkinan bakal menguat. Hal ini akibat dampak dari aksi Rusia serta pelemahan rupiah.

Rusia tetap melanjutkan perang, bahkan merespons negatif sanksi dari Amerika Serikat dan Uni Eropa dengan melarang impor sejumlah pangan dari negara-negara tersebut. Aksi Rusia ini akhirnya berdampak pada menguatnya harga komoditas tambang.

Samuel Sekuritas dalam risetnya hari ini mengatakan rata-rata harga metal kemarin menguat 0.3 persen setelah melemah selama 2 hari. Sedangkan harga  timah menguat 0.5 persen dan nikel menguat 0.9 persen.

?IHSG berpotensi koreksi terbatas namun kami perkirakan saham komoditas outperform akibat pelemahan Rupiah dan juga kenaikan harga metal,? tulis Samuel Sekuritas, dalam risetnya hari ini (8/8).

Panin Sekuritas juga menyebut sektor tambang dan nikel terlihat diuntungkan. Harga batu bara mencatat kenaikan, akibat aksi Rusia yang tetap melanjutkan perang. Sementara pemerintah Indonesia berencana hanya akan membolehkan ekspor batu bara oleh perusahaan yang berijin.

?Saham komoditas (tambang) tampaknya kembali menjadi pilihan trading pada hari ini,? tulis Panin Sekuritas.

Hingga perdagangan sesi pertama hari ini, harga saham emiten nikel, PT Vale Indonesia Tbk, mencatat kenaikan 0,13 persen. Harga saham PT Timah (Persero) Tbk juga mencatat kenaikan 1,03 persen.

Sementara harga saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk malah tercatat menurun 0,79 persen, dan emiten batu bara seperti PT Bukit Asam (Persero) Tbk turun 0,39 persen.

Reporter: Safrezi Fitra
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait