Menteri ESDM Diharapkan yang Berpengalaman

Menteri ESDM selanjutnya harus mampu berkoordinasi dengan seluruh sektor secara baik
Image title
Oleh
7 Agustus 2014, 14:34
esdm.jpg
KATADATA/
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Presiden terpilih Joko Widodo diharapkan memilih sosok yang memiliki pengalaman di bidang energi untuk menempati jabatan sebagai menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sosok yang berpengalaman dinilai akan mudah menghadapi sejumlah tantangan di bidang energi yang selama ini dihadapi Indonesia.

Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo mengatakan, sosok tersebut tidak harus dari kalangan profesional. Menurutnya, meski berlatar belakang politisi jika memiliki amanah dan menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi atau kelompoknya dapat menduduki jabatan tersebut.

?Akan lebih elok lagi kalau beliau punya background, sehingga hand on terhadap tantangan-tantangan yang dihadapi masing-masing kementerian,? kata Susilo di kantornya di jakarta, Kamis (7/8).

Dia menjelaskan, beberapa tantangan yang bakal dihadapi menteri ESDM selanjutnya adalah melaksanakan Kebijakan Energi Nasional (KEN). KEN merupakan pedoman pengelolaan energi yang bertujuan mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi.

Di bidang minyak dan gas (migas) meningkatkan eksplorasi migas, mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM), dan mengembangkan energi terbarukan. Sementara di bidang mineral dan batu bara (minerba), menyelesaikan Kontrak Karya (KK) dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B).

Selain itu, menyelesaikan proses clean and clear (C&C) Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang masih sekitar 4.500 IUP. ?Renegosiasi sudah selesai, tinggal menyelesaikan KK, PKP2B, dan C&C IUP,? tuturnya.

Kemudian di bidang pertambangan, yakni membuat kebijakan, dari segi operasional, penambangan, dan teknis. ?Sehingga siapapun yang menambang itu memenuhi kaidah-kaidah, jadi kerusakan lingkungan nggak terjadi.?

Selain itu, tantangan menteri ESDM juga mempercepat pembangunan pembangkit listrik antara 6 ribu megawatt hingga 10 ribu megawatt.

Deputi Pengendalian Komersil Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Minyak dan Gas (SKK Migas) Widhyawan Prawiraatmadja mengatakan, menteri ESDM selanjutnya harus mampu berkoordinasi dengan seluruh sektor secara baik. ?Begitu listrik mampat saja, nggak bisa ekonomi berjalan baik. Jadi butuh menteri ESDM yang bisa koordinasi baik dengan seluruh sektor,? terang dia.

Dia tidak mau menyebutkan nama yang dinilai pantas menduduki posisi itu. Menurut dia, sebaiknya posisi itu berasal dari kalangan profesional yang sudah memiliki pengalaman.

Wood Mackenzie, lembaga konsultasi dan riset di bidang energi, logam, dan tambang, berharap administrasi Joko Widodo dapat serius membenahi sektor minyak dan gas (migas). Ada beberapa persoalan yang dihadapi Indonesia saat ini, yakni tingginya konsumsi BBM, produksi migas yang terus turun, serta ketidakstabilan peraturan.

Administrasi Jokowi, begitu dia akrab dipanggil, diharapkan segera menyelesaikan revisi UU Migas serta memformulasikan peran regulator di sektor hulu migas. Hal ini terutama setelah Mahkamah Konstitusi membubarkan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) pada November 2012.

Wood Mackenzie berharap di bawah administrasi Jokowi Pertamina dapat memainkan peranan yang lebih besar di sektor hulu migas. ?Meski begitu, presiden yang baru juga perlu menyadari manfaat dari bekerja sama dengan inverstor global, terutama untuk mengamankan pengetahuan teknologi serta investasi,? tutur Andrew Harwood, Senior Upstream Analyst Wood Mackenzie. 

(Baca: Wood Mackenzie Harap Jokowi Reformasi Sektor Migas)

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait