Menkeu: Pertumbuhan Ekonomi Sulit Capai 5,5 Persen

Setelah melihat data paruh pertama tahun ini pemerintah hanya sanggup mengejar pertumbuhan 53 persen
Image title
Oleh
7 Agustus 2014, 10:58
chatib basri.jpg
KATADATA/
KATADATA/ Donang Wahyu

KATADATA ? Meski menjanjikan perbaikan ekspor dan belanja pada kuartal III, pemerintah mengkui sulit mencapai pertumbuhan ekonomi 5,5 persen sebagaimana ditargetkan APBN Perubahan 2014.

Menteri Keuangan M Chatib Basri mengemukakan peluang terjadinya akselerasi pertumbuhan ekonomi memang terlihat pada semester II/2014 dengan laju sekitar 5,4 persen terutama yang didorong oleh perbaikan ekspor dan belanja pemerintah.

Akan tetapi, setelah melihat data paruh pertama tahun ini, dia mengaku pemerintah hanya sanggup mengejar pertumbuhan 5,3 persen. "Kalau masing-masing kuartal 5,4 persen maka pertumbuhan tahun ini mungkin sekitar 5,3 persen. Tapi kami usahakan 5,5 persen walaupun tidak mudah," ujarnya seperti dikutip Bisnis Indonesia (7/8).

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal II/2014 melambat 5,12 persen (year on year) atau di bawah ekspektasi pasar 5,2 peren. Perlambatan itu membuat laju produk domestik bruto (PDB) selama semester I/2014 hanya 5,17 persen.

Menkeu mengaku pemerintah sengaja menahan belanja pemerintah untuk menghindari pelebaran defisit anggaran akibat pembengkakakn subsidi BBM. "Kalau kemarin tidak ada upaya untuk pengendalian spending, APBN-P pada saat yang sama tidka disetujui DPR, budgetnya jebol," ujarnya.

Reporter: Redaksi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait