Jika Harga BBM Naik, Inflasi 7,5 Persen

Jika pemerintah menaikkan BBM bersubsidi 30 persen maka inflasi bisa naik 3 persen
Image title
Oleh
4 Agustus 2014, 19:35
BBM KATADATA | Arief Kamaludin
BBM KATADATA | Arief Kamaludin
KATADATA/ Arief Kamaludin

KATADATA ? Kepala ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti memperkirakan jika pemerintah mendatang menaikkan harga BBM bersubsidi, maka inflasi bisa mencapai 7,5 persen. Angka itu dinilai lebih rendah jika dibanding inflasi Desember 2013 yang mencapai 8,38 persen pasca kenaikan harga BBM Juni 2013 lalu.

Perhitungan itu berdasarkan setiap kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar 10 persen akan berdampak kenaikan inflasi 0,8-1 persen. Jika pemerintah menaikkan BBM bersubsidi 30 persen, maka inflasi bisa naik 3 persen. "Jika inflasi akhir tahun bertahan di kisaran 4,5 persen maka inflasi bisa naik 7,5 persen," ujarnya di Jakarta, Senin 4 Agustus 2014.

Saat ini pemerintah memang belum menaikkan harga BBM, namun memberlakukan pembatasan BBM bersubsidi. Contohnya per 1 Agustus 2014, diberlakukan penghapusan solar bersubsidi di Jakarta Pusat. Rencananya juga akan diberlakukan penghapusan penjualan premium di jalan tol, larangan menjual solar bersubsidi di malam hari, dan lainnya.

Menurut Destry pembatasan konsumsi BBM sebaiknya diikuti dengan menaikkan harga BBM. Sebab jika hanya dengan membatasi BBM saja maka tak menutup kemungkinan terjadinya kebocoran. "Saya belum tau apakah akan diperluas atau tidak, tetapi ini seharusnya dilanjutkan dengan kebijakan mekanisme harga," ujarnya.

Berdasarkan data Pertamina, hingga 31 Juli 2014, realisasi konsumsi solar bersubsidi mencapai 9,12 juta kiloliter atau 60 persen dari kuota APBN-P 2014. Sedangkan realisasi konsumsi Premium mencapai 17,08 juta kiloliter atau 58 persen dari kuota APBN-P 2014. Sementara dalam APBNP 2014 dipatok pemerintah tidak boleh menambah kuota subsidi BBM yaitu sebesar 46 juta kiloliter.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait