Bentuk Kabinet, Jokowi Resmikan Kantor Transisi

Anggota kabinet juga mesti memiliki visi serta komitmen untuk bekerja sama di dalam pemerintahan
Image title
Oleh
4 Agustus 2014, 16:00
Jokowi & JK KATADATA | Arief Kamaludin
Jokowi & JK KATADATA | Arief Kamaludin
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) meresmikan kantor transisi untuk mempersiapkan program kerja pemerintahannya serta membahas pembentukan kabinet.

Kantor yang terletak di Jalan Situbondo Nomor 10, Menteng Jakarta Pusat itu dipimpin oleh Rini Mariani Soemarno, mantan Menteri Perdagangan era Megawati Soekarnoputri. Di kantor transisi tersebut, Rini dibantu oleh empat deputi yakni Andi Widjajanto, Hasto Kristiyanto, Anies Baswedan dan Akbar Faizal.

Mereka berlima akan bersama-sama menjabarkan visi-misi, sembilan program aksi dan seluruh janji Jokowi-JK menjadi serangkaian prioritas program aksi pemerintahan baru.

?Kantor transisi bertanggung jawab dalam komunikasi politik, mengelola kelompok-kelompok kerja, dan bertugas menjabarkan seluruh visi misi dan program aksi,? kata Jokowi dalam pernyataan persnya di Jakarta, Senin (4/8).

Jokowi dalam peresmian itu menegaskan, kelima orang anggota tim transisi tersebut tidak otomatis menjadi calon menteri. Meski begitu, Rini Soemarmo dikabarkan sebagai salah satu calon menteri di bidang perekonomian.

Agus Martowardojo, Gubernur Bank Indonesia (BI), mengharapkan administrasi Joko Widodo dan Jusuf Kalla dapat memilih anggota kabinet yang memiliki rekam jejak dan kapabilitas yang baik. Anggota kabinet tersebut juga mesti memiliki visi serta komitmen untuk bekerja sama di dalam pemerintahan.

?Kalau seandainya bisa ditemukan individu-individu yang integritas, kapabilitas, rekam jejak yang baik, visi dan komitmen yang baik juga, akan membuat ekonomi Indonesia semakin baik,? kata Agusseusai acara halal bi halal BI, di Jakarta Senin (4/8).

(Baca: Tantangan Jokowi: Dari Pangkas Subsidi Sampai Kabinet Non-Politisi)

Hal yang sama juga disampaikan Vera Eve Lim, Direktur Keuangan PT Bank Danamon Tbk. Dia berharap Jokowi, panggilan akrab Joko Widodo, dapat menyeimbangkan isi kabinetnya antara kalangan profesional dan politisi.

?Kami optimistis kabinet yang dipilih oleh pemerintahan selanjutnya akan baik, sehingga perekonomian juga akan baik,? tutur Vera.

Sebelumnya, kalangan pelaku pasar menginginkan kabinet ekonomi Jokowi berasal dari teknokrat atau kalangan profesional karena bisa lebih memahami persoalan teknis di bidang ekonomi. Fauzi Ichsan, ekonom Standard Chartered Indonesia, menyebutkan Darmin Nasution yang dinilai memiliki kemampuan dan kompetensi dalam persoalan ekonomi dan keuangan.

Sedangkan untuk posisi sebagai menteri keuangan, dia mengusulkan tiga nama yaitu Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Direktur Jenderal Pajak Fuad Rahmany, dan Kepala Badan Kebijakan Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar.

Dia menyarankan nama-nama tersebut karena dianggap mengerti masalah teknis karena bisa menjelaskan dan melakukan negosiasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam memutuskan kebijakan, serta memahami masalah fiskal, pajak, dan bea cukai.

Darmin Nasution yang ditemui di acara Halal bi Halal Bank Indonesia menolak berkomentar terkait wacana yang menyebutkan namanya sebagai calon menteri. ?Jangan Ngomongin soal itu lah,? kata dia.

Ahmad Erani Yustika, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance, mengatakan penyusunan kabinet harus memahami ideologi ekonomi yang disampaikan Jokowi-Jusuf Kalla.  

Pertama, struktur ekonomi harus digerakkan oleh konsep bersama bukan inisiatif individu. Kedua, tanggung jawab negara terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Ketiga, tanggung jawab sosial di mana fakir miskin dan anak terlantar harus dirawat negara.

"Yang selama ini mereka suarakan kan itu. Jangan sampai kemudian nanti diisi oleh figur yang selama ini menjauhkan ekonomi Indonesia dari semangat konstitusi,? tuturnya.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait