Saranacentral Tidak Terkena Dampak Perlambatan Properti

Image title
Oleh
30 Juni 2014, 14:34
2014-05-07-03.jpg
KATADATA/
KATADATA | Agung Samosir

KATADATA ? PT Saranacentral Bajatama Tbk, produsen baja lapis, mengaku tidak terkena dampak dari perlambatan pembangunan saat ini. Padahal pelaku industri properti memperkirakan pertumbuhan sektor properti, yang menjadi pasar dari produk perseroan, melambat tahun ini. Selain itu, tahun ini pemerintah juga telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dari 6 persen menjadi 5,5 persen.

Meski pembangunan properti dan pertumbuhan ekonomi melambat, perseroan tetap optimistis menargetkan pertumbuhan penjualan hingga 20 persen, menjadi sekitar Rp 1,2 triliun. Sedangkan target produksi tahun ini ditargetkan bisa mencapai 120.000 ton.

Direktur Utama Saranacentral Handaja Susanto, mengatakan dampak perlambatan pertumbuhan pembangunan properti, belum mempengaruhi kinerja perseroan sampai saat ini. Dikarenakan saat ini order-order produksi baja (saranalume dan galvanis) perseroan yang diterima, masih tinggi. "Hal ini bisa terlihat dari pembangunan-pembangunan properti lokal yang masih banyak dilakukan," ujarnya, dalam laporan hasil paparan publik perseroan, Senin (30/6).

Handaja cukup yakin dapat mengejar target pendapatan tahun ini. Mengingat pada kuartal I tahun ini saja sudah tercapai 24,75 persen dari target tersebut. Perseroan memperkirakan penjualan pada semester I tahun ini mencapai Rp 600 miliar.

Untuk mengejar target ini pun, perseroan  hanya akan mengandalkan pasar dalam negeri. Menurut Handaja, saat ini kebutuhan permintaan lokal akan baja melebihi kapasitas produksi perseroan. "Sehingga perseroan yakin akan terserap semua di lokal dan otomatis target pendapatan akan tercapai," ujarnya.

Perseroan masih terkendala untuk melakukan ekspor dikarenakan untuk melakukan ekspor, perseroan harus melakukan impor bahan baku. Sementara untuk melakukan impor, ada kebijakan pemerintah yaitu setiap impor dari negara di luar ASEAN, dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN).

Reporter: Safrezi Fitra
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait