13 Proyek Infrastruktur Dikebut Sebelum Pemerintahan SBY Berakhir

Kalau dilakukan groundbreaking tahun ini maka proses ke depan akan lebih lancar
Image title
Oleh
25 Juni 2014, 20:13
pembangunan infrastruktur
KATADATA
KATADATA | Agung Samosir

KATADATA ?  Pemerintah mempercepat pembangunan 13 proyek infrastruktur sebelum pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono - Boediono berakhir. Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung mengatakan dari 13 proyek yang dipercepat, terdapat lima proyek yang akan mulai peletakan batu pertama (groundbreaking) pada September-Oktober 2014. 

"Kalau dilakukan groundbreaking tahun ini, maka proses ke depan akan lebih lancar. Masalah yang ribet kan sebelum groundbreaking," ujarnya usai rapat koordinasi di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu 25 Juni 2014.

Lima proyek tersebut yaitu, interkoneksi Sumatera, Jawa dan Bali. Proyek ini merupakan pembangunan jaringan kabel bawah laut. Dengan adanya koneksi dari Sumatera, maka harga listrik akan lebih murah karena sumber batubara ada di Sumatera. 

Proyek kedua, pembangunan kereta api di Kalimantan dan Sulawesi, antara Makassar dan Pare-Pare dengan nilai Rp 59 triliun. Proyek ini akan dimulai seusai pemilu presiden Juli mendatang.

Proyek ketiga, pembangunan waduk Jati Gede, Jawa Barat. Waduk dengan nilai proyek US$ 416 juta ini untuk irigasi pertanian dan pembangkit listrik. Selanjutnya proyek jalan tol Manado-Bitung yang masuk tahap finalisasi.

Delapan proyek lainnya yang dipercepat yaitu perluasan bandar udara Soekarno Hatta yang menghabisan dana Rp 26 triliun. Proyek lainnya pembangunan Bandara Kertajati Sumedang senilai Rp 8,2 triliun. Dalam proyek tersebut pemerintah daerah menyiapkan lahan seluas 1800 hektare yang akan diserahkan kepada Badan Usaha Milik Daerah dengan bekerjasama dengan PT Angkasa Pura II.

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang Sumatera Selatan berkapasitas 2 X 600 Mega Watt juga akan dipercepat. Proyek senilai Rp 16 triliun ini sudah memasuki tahap tender. Selanjutnya proyek PLTU di Pangkalan Susu, Sumatera Utara dengan kapasitas 2 x 200 MW senilai US$ 471 juta.

Pemerintah juga akan mempercepat proyek pelabuhan Cilamaya, Karawang senilai Rp 14,9 triliun. Pembangunan tol Cibitung-Cilincing yang masih terkendala pembebasan lahan juga akan dikebut. Proyek senilai Rp 4,2 triliun itu diharapkan bisa mengurangi kemacetan karena kendaraan besar dari arah Bekasi, Cikarang, Purwakarta dan Karawang tak perlu melewati Jakarta tetapi bisa menggunakan tol ini untuk langsung masuk pelabuhan Tanjung Priok.

Proyek lainnya yaitu pembangunan jalan tol Sumatera, mulai dari Lampung, Palembang, Indralaya, Medan, Binjai hingga Pekanbaru. Proyek terakhir yaitu proyek jalan Palu-Parigi yang kerap mengalami longsor.

Reporter: Rikawati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait