Arus Investasi Asing Langsung ke Indonesia Melambat

Image title
Oleh
25 Juni 2014, 16:23
Infrastruktur
Donang Wahyu|KATADATA
KATADATA | Donang Wahyu

KATADATA ? Pertumbuhan investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) ke Indonesia mengalami perlambatan.  Pada tahun lalu, nilai investasi asing langsung yang masuk ke Indonesia sebesar US$ 18,4 miliar. Nilai investasi ini turun 3,6 persen dari nilai investasi tahun sebelumnya sebesar US$ 19,1 miliar.

?Di antara negara anggota ASEAN, Indonesia merupakan yang paling terpengaruh gejolak di sektor keuangan sejak pertengahan 2013,? sebut laporan tahunan World Investment Report UNCTAD (United Nations Conference on Trade and Development) yang dirilis Senin (24/6).

Berdasarkan laporan UNCTAD, kinerja FDI di Indonesia merupakan yang terendah dibandingkan negara-negara anggota ASEAN lainnya. Selain Kamboja yang juga mengalami penurunan, semua negara di Asia Tenggara mengalami pertumbuhan nilai investasi asing langsung.

Malaysia merupakan negara ASEAN yang pertumbuhan investasi asing langsungnya tertinggi, yakni sebesar 22 persen menjadi US$ 12,3 miliar. Kemudian Thailand tumbuh 21 persen menjadi US$ 12,9 miliar. Sedangkan Singapura berhasil mencatatkan nilai investasi sebesar US$ 63,8 miliar, yang merupakan tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Dari laporan tersebut, aliran investasi ke negara-negara di kawasan ASEAN memang terjadi perlambatan. Pada 2013 pertumbuhan total FDI ke kawasan hanya sebesar 7 persen menjadi  US$ 125 miliar. Nilai investasi langsung ke kawasan ini sempat mengalami pertumbuhan cepat dari US$ 47 miliar pada 2009 menjadi US$ 118 pada 2012.

Djisman Simanjuntak, ekonom Centre for Strategic and International Studies (CSIS), mengatakan Indonesia tidak perlu memaksakan investasi asing yang tinggi. Hal ini lantaran Indonesia saat ini tengah menghadapi defisit transaksi berjalan yang masih besar dan masalah persaingan.

?FDI kita so far so good asal bisa dipertahankan. Tapi jangan terlalu besar juga, seperti Jepang dan Korea strateginya sengaja hindari FDI karena akan bersaing dengan perusahaan dalam negeri. Jadi kita harus tetap waspada,? ujar Djisman seusai seusai acara ?Launch of World Investment Report 2014? di Jakarta, Selasa (24/6).

Dia menambahkan, pemerintah harus fokus mengembangkan sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta sektor otomotif. Kedua sektor ini, menurut dia, memiliki peluang yang besar untuk berkembang. ?Fokusnya harus ke situ dan yang padat supply chains. Di industri TIK pun kita belum jadi pemain, umumnya assembly,? tuturnya.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait