BK Mineral di Bawah 10 persen

Image title
Oleh
23 Juni 2014, 10:27
esdm.jpg
KATADATA/
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Pemerintah akhirnya menetapkan tarif pajak ekspor atau bea keluar (BK) konsentrat mineral berada di bawah 10 persen.  Penetapan BK ini mengacu pada kemajuan perkembangan kemajuan smelter yang menjadi komitmen perusahaan.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) R Sukhyar mengatakan draf final atas acuan baru tersebut hanya tinggal menunggu tanda tangan dari Kementerian Keuangan. ?Kami kemarin sudah komunikasikan soal pajak ekspor ini. Drafnya sudah final PMK (Peraturan Menteri Keuangan) baru itu harusnya sudah diumumkan,? ujarnya seperti dikutip harian Binis Indonesia, Senin (23/6).

Menurutnya, setiap perusahaan yang sudah berkomitmen untuk membangun smelter, akan mendapatkan pengurangan BK dari 20 persen, menjadi di bawah 10 persen. Pengurangan ini juga seiring dengan kemajuan perkembangan pembangunan smelternya. Bila perkembangan pembangunannya mendekati 100 persen, otomatis BK yang dikenakan 0 persen atau terbebas dari BK.

Sementara pemberlakuan BK untuk yang tidak membangun smelter akan dikenakan BK progresif. Semua jenis mineral kecuali tembaga akan diberlakukan BK progresif setiap enam bulan sekali. Pada semester II-2014 masih 20 persen, kemudian naik menjadi 30 persen pada semester I 2015. Kenaikannya sebesar 10 persen setiap semester, berturut-turut hingga semester II-2016 menjadi 60 persen.

Sementara untuk konsentrat tembaga dengan kadar minimal 15 persen sedikit berbeda. Pada semester II-2014 dikenakan BK sebesar 25 persen, kemudian menjadi 35 persen pada smester I-2015, dan 40 persen pada semester II-2015. Setelah itu kenaikannya sebesar 10 persen, atau menjadi 50 persen pada semester I-2016 dan 60 persen pada semester II-2016. 

Reporter: Redaksi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait