Di Depan Investor, Prabowo Nyatakan Tidak Anti Asing

Image title
Oleh
20 Juni 2014, 15:57
Prabowo Debat Capres
Arief Kamaludin | Katadata
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Prabowo Subianto, kandidat presiden nomor urut satu, menyatakan dirinya tidak anti terhadap modal asing. Namun, dia mengakui, jika dirinya ingin mendorong perekonomian Indonesia tumbuh dengan kemampuannya sendiri. 

?Kita harus punya nasionalisme, harga diri bangsa,? katanya saat berbicara di depan komunitas pasar modal di Jakarta, Jumat (20/6).

?Tapi nasionalisme yang baik. Punya harga diri, tapi tidak benci dan curiga terhadap bangsa asing.?

Di depan para pelaku di pasar modal tersebut, Prabowo membayangkan, Indonesia sebagai sebuah korporasi besar, Indonesia Incorporated. Di mana perusahaan-perusahaan Indonesia dapat bersaing dengan raksasa-raksasa dunia.

Pada dasarnya, kata Prabowo, dia menginginkan tumbuhnya industri manufaktur yang dikerjakan oleh bangsa Indonesia. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dapat dikerahkan ke sektor-sektor yang belum dimasuki pihak swasta.

?Tapi mereka yang masih ketinggalan, harus kita angkat mereka supaya mereka ikut dalam Indonesia Incorporated. Itu grand design kami,? tuturnya.  

Dia juga menanggapi kekhawatiran investor asing jika dirinya terpilih sebagai presiden hanya sekadar gertakan. Menurutnya, dengan pertumbuhan ekonomi  serta pemerintahan yang baik, dengan sendirinya akan menarik investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

?Dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, masak nggak ada yang mau menikmati. Kita negara besar dan kekuatan ekonominya juga besar, ini hanya masalah manajemen,? ujarnya.

Agus B. Yanuar, Presiden Direktur Samuel Aset Manajemen, mengatakan saat ini pandangan investor sudah lebih berimbang. Sebelumnya, investor cenderung menilai hanya Joko Widodo sebagai calon presiden (capres) yang ramah terhadap pasar.

?Jadi kalau saya lihat hari ini, para analis melihatnya sudah lebih berimbang. Kalau pun ada preference biar pasar yang ambil keputusan,? ujarnya.

Menurutnya, perubahan pandangan investor lantaran kebijakan kedua capres yang tak jauh berbeda. Yakni sama-sama mendukung pertumbuhan ekonomi dan mendorong sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Agus mengatakan, investor saat ini lebih rasional dalam mengambil keputusan.

Susy Meilina, Ketua Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia, menyatakan optimistis jika Prabowo akan mendorong pertumbuhan pasar modal. ?Selama ini yang beredar Pak Prabowo tidak market fiendly. Tapi ternyata sangat bebas?Dia tahu pasar modal penting,? kata dia.

Denny R. Thaher, Presiden Direktur Trimegah Aset Manajemen, mengatakan investor tidak boleh terbawa emosi. ?Nggak boleh terlalu senang atau benci terhadap sesuatu,? ucapnya.

Ke depan, dia berharap, presiden terpilih akan bisa menyeimbangkan sistem permodalan Indonesia, baik modal maupun dana pinjaman. Dia menyebutkan, selama ini dana yang disimpan di perbankan justru untuk membiayai pembangunan infrastruktur. Seharusnya, kata dia, untuk membiayai proyek jangka panjang harus dengan dana jangka panjang juga.

?Jadi ada mix match, bagaimana kita gantikan sistem ekonomi, supaya dana jangka panjang untuk biayai jangka panjang bukan jangka pendek,? tuturnya.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait