Pasar Likuiditas Mulai Sedikit Kendor

Image title
Oleh
16 Juni 2014, 17:06
perbankan
KATADATA/ Donang Wahyu
KATADATA | Donang Wahyu

KATADATA ? Ketatnya pasar likuiditas di perbankan Indonesia mulai kendor. Hal ini tercermin dari rata-rata tingkat rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (DPK) atau Loan to Deposit Ratio (LDR) yang sudah turun per April.

Berdasarkan Tinjauan Kebijakan Moneter Juni yang dilakukan Bank Indonesia, rata-rata LDR perbankan per April sebesar 90,98 persen. Angka ini turun dari bulan sebelumnya sebesar 91,4 persen.

Dalam penilaian Bank Indonesia, mulai berkurangnya tingkat LDRseiring dengan pertumbuhan kredit yang mengalami tren melambat. Pada April kredit tumbuh sebesar 18,5 persen (yoy), lebih kecil dibandingkan pertumbuhan Maret 2014 sebesar 19,1 persen (yoy).

?Perlambatan kredit utamanya disumbang oleh perlambatan Kredit Modal Kerja (KMK), yang memiliki pangsa hingga 48 persen dari total kredit, menjadi 15,5 persen (yoy) dibandingkan bulan sebelumnya 16,3 persen (yoy),? sebut Bank Indonesia dalam laporan yang dipublikasikan akhir pekan lalu.

Di sisi lain, DPK justru mengalami pertumbuhan, terutama yang berasal dari deposito seiring meningkatnya suku bunga simpanan. ?DPK tercatat tumbuh 11,03 persen (yoy) lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 10,26 persen (yoy),? seperti tertulis dalam laporan tersebut.

Riswinandi, Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk, mengatakan perbankan memang menaikkan suku bunga deposito untuk menjaga tingkat LDR. ?Sebenarnya likuiditas tidak ada masalah, tapi karena ada koridor untuk menjaga LDR,? kata dia seusai acara ?Bank Service Excellence Awards 2014? di Jakarta, Jumat akhir pekan lalu.

Menurutnya, situasi pasar uang antar-bank (PUAB) saat ini relatif tidak ada masalah karena antar-bank masih dapat melakukan peminjaman. ?Relatifkurang baik, tapi masih terjaga, karena meminjam antar-bank masih tidak ada masalah,? tuturnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, Bank Mandiri kemungkinan akan meninjau tingkat suku bunga kredit. Hal ini seiring adanya pemangkasan APBN yang berdampak pada melambatnya pertumbuhan ekonomi, serta potensi kenaikan suku bunga acuan (BI Rate).

 ?Tapi mudah-mudahan BI Rate tetap bertahan. Saya rasa kami juga tetap optimistis bahwa kabinet baru akan berdampak positif, dan likuiditas juga banjir,? kata dia.

Hal senada disampaikan Direktur Bank Jawa Barat-Banten (BJB) Zaenal Aripin yang mengatakan untuk menaikkan DPK maka perbankan mesti bersaing utnuk memberikan suku bunga deposito yang menarik nasabah. ?Ke depan akan kita lihat pasar, yang jelas akan kita sesuaikan dan kita bisa adaptasi dengan perkembangan pasar,? ujarnya.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait