Kuartal I, Likuiditas Valas Mengetat

Pengetatan likuiditas tak hanya terjadi pada likuiditas rupiah namun juga valasData Lembaga Penjamin Simpanan LPS menunjukkan hingga akhir Maret lalu dana pihak ketiga DPK valas bank umum sebesar Rp 58554 triliun Simpanan vala
Image title
Oleh
26 Mei 2014, 10:06
20140526-01-valuta-asing.jpg
KATADATA/
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Pengetatan likuiditas tak hanya terjadi pada likuiditas rupiah, namun juga valas.

Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan hingga akhir Maret lalu, dana pihak ketiga (DPK) valas bank umum sebesar Rp 585,54 triliun. Simpanan valas tumbuh 19,94 persen dibandingkan dengan posisi Maret 2013 yang mencapai Rp 488,16 triliun.

Jika dilihat dari jumlah rekening, simpanan valas terbilang stagnan. Per 31 Maret 2014, jumlah rekening valas bank umum mencapai 1,07 juta rekening atau naik tipis 1,7 persen ketimbang Maret 2013, sebanyak 1,05 juta rekening.

Pada periode yang sama, kredit valas tumbuh kencang. Mengutip data terbaru OJK, kredit valas tumbuh 24,8 persen per akhir Maret tahun ini atau sebesar Rp 543,02 triliun pada periode sama 2013. Artinya, rasio likuiditas atau loan to deposit ratio (LDR) valas sebesar 92,72 persen pada kuartal I/2014.

Advertisement

Kendati likuiditas ketat, sejumlah bank justru enggan menggenjot DPK valas secara agresif. "Kami tidak agresif karena memang ingin menahan diri dalam memberikan pinjaman valas," ujar Presiden Direktur Bank Central Asia (BCA) Jahja Setiaatmadja seperti yang dikutip Kontan (26/05).

Reporter: Redaksi
Editor: Arsip
    News Alert

    Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

    Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
    Video Pilihan

    Artikel Terkait