Pertumbuhan Laba BCA Tertinggi Dibanding Bank BUMN

PT Bank Central Asia BCA Tbk meraih laba bersih sebesar Rp 37 triliun pada kuartal I2014 atau meningkat 267 persen year on year sebesar Rp 29 triliun pada periode yang sama 2013 Meski jumlahnya lebih kecil namun pertumbuhan laba BC
Image title
Oleh
28 April 2014, 11:45
ATM Bank BCA
KATADATA |
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? PT Bank Central Asia (BCA) Tbk meraih laba bersih sebesar Rp 3,7 triliun pada kuartal I/2014 atau meningkat 26,7 persen year on year sebesar Rp 2,9 triliun pada periode yang sama 2013. Meski jumlahnya lebih kecil, namun pertumbuhan laba BCA ini lebih tinggi dibanding bank BUMN seperti BRI yang tumbuh 17,85 persen (Rp 5,9 triliun) dan Bank Mandiri yang naik 14,5 persen (Rp 4,3 triliun).

Peningkatan laba BCA ini didorong pendapatan operasional yang naik 27,3 persen menjadi Rp 9,7 triliun pada kuartal I/2013. Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan meski pertumbuhan ekonomi 2014 melambat, namun BCA tetap memperoleh net interest margin (NIM) yang tinggi. NIM BCA naik 66 bps menjadi 6,5 persen. Kenaikan NIM itu didukung kenaikan suku bunga kredit dan besarnya penyaluran kredit.

Total kredit BCA (outstanding) sendiri naik 19,7 persen (YoY) menjadi Rp 317,2 triliun. Rinciannya untuk kredit korporasi sebesar 33,4 persen, kredit komersial dan UKM sebesar 39,1 persen, dan kredit konsumer sebesar 27,5 persen. Menurut Jahja kenaikan NIM ini bisa menutupi perlambatan penyaluran kredit di kisaran 13-15 persen tahun ini. "Karena NIM meningkat besar meski biaya lain masih tercover," tuturnya.

Sedangkan khusus untuk triwulan I/2014, kredit korporasi naik 21,1 persen menjadi Rp 106,1 triliun. Kredit komersial dan UKM naik 17,4 persen menjadi Rp 124,1 triliun. Kredit konsumer yang ditopang kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB) naik 21,6 persen menjadi Rp 87,1 triliun. Portofolio KPR naik 20,9 persen menjadi Rp 52,9 triliun.

Advertisement

"Pertumbuhan KPR triwulan I/2014 relatif datar. Serupa dengan trend pada triwulan IV 2013," ujar Jahja.

Dari sisi pendanaan, pertumbuhan dana pihak ketiga tercatat sebesar 10,6 persen menjadi Rp 406,8 triliun year on year. Giro dan tabungan memberikan kontribusi utama sebesar 77,7 persen terhadap total DPK dengan pertumbuhan 5,9 persen. Rinciannya, dana tabungan naik menjadi Rp 217,4 triliun (naik 5,4 persen).

Sedangkan giro tumbuh 6,9 persen menjadi Rp 98,6 triliun. Sedangkan dana deposito BCA naik signifikan sebesar 30,8 persen menjadi Rp 90,8 triliun. "Kenaikan bunga deposito ini sejalan dengan kenaikan bunga deposito secara bertahap," ujar Jahja.

Rasio kecukupan modal (CAR) juga naik menjadi 17,7 persen di tiga bulan pertama 2014 dibanding Maret 2013 sebesar 16,6 persen. (Baca: Laba BCA dan BRI Tumbuh Paling Tinggi

 

Reporter: Rikawati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait