Prospek Saham Vale Indonesia

Larangan ekspor bijih mineral dan dampak pemberian sanksi terhadap Rusia membuat harga nikel melejit melebihi 30 persen sejak Maret Kenaikan harga nikel ini memberi pengaruh positif terhadap harga saham PT Vale Indonesia TbkSep
Image title
Oleh
22 Mei 2014, 00:00
4017.jpg
KATADATA/
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Larangan ekspor bijih mineral dan dampak pemberian sanksi terhadap Rusia membuat harga nikel melejit melebihi 30 persen sejak Maret. Kenaikan harga nikel ini memberi pengaruh positif  terhadap harga saham PT Vale Indonesia Tbk.

Sepanjang kuartal I tahun ini, sebenarnya harga nikel di bursa London Metal Exchange masih stabil di level US$ 14.000-14.500 per ton. Namun, mulai pertengahan Maret, harganya yang mulai mencapai US$ 15.000 per ton, terus naik hingga 21 Mei yang sudah mencapai US$ 19.400 per ton.

Kenaikan harga nikel ini berpengaruh positif terhadap harga saham PT Vale Indonesia Tbk. Pada kuartal I-2014, harga saham perseroan cukup fluktuatif, bahkan sedikit mengalami penurunan. Rata-rata harga saham Vale Indonesia selama periode tersebut sekitar Rp 2.500. Pada awal tahun harganya sahamnya mencapai Rp 2.650, dan hingga akhir Maret mencapai Rp 2.800.

Sejalan dengan kenaikan harga nikel, harga saham Vale juga merangkak naik mulai pertengahan Maret. Pada 17 Maret, harga saham Vale baru mencapai Rp 2.540, kemudian terus naik sampai melewati Rp 4.200 pada pekan ketiga Mei.

Advertisement

Pada perdagangan Kamis (22/5), saham Vale Indonesia ditutup pada harga Rp 3.910. Meski lebih rendah dari Rp 4.000, beberapa analis yakin harga saham perusahaan ini masih akan naik lagi. Walaupun konsensus analis menargetkan harganya sekitar Rp 3.864 per saham.

Analis Danareksa Sekuritas Stefanus Indragiri dalam risetnya menargetkan harga saham Vale Indonesia akan mencapai Rp 4.500 per saham dalam 12 bulan ke depan. Menurutnya, Danareksa baru saja mengadakan non-deal roadshow bersama manajemen Vale Indonesia pekan lalu. Fokus pembicaraan saat itu adalah rencana perseroan untuk menstabilisasi biaya produksi dan meningkatkan margin serta laba perseroan pada kuartal II tahun ini.

?Dengan biaya produksi yang stabil dan meningkatnya harga nikel, kami juga mengharapkan perbaikan margin dan laba kuartalan (perseroan) lebih tinggi pada kuartal II-2014,? ujarnya dalam risetnya yang dirilis Kamis (22/5).

Fajar Indra, analis Panin Sekuritas menargetkan harga saham Vale Indonesia lebih tinggi dari target Danareksa. Dasar target Panin tersebut adalah krisis di Ukraina akan berlangsung hingga semester kedua tahun ini, karena menyangkut soal revolusi pemerintahan. Selain itu, pelarangan ekspor bijih nikel Indonesia mulai dirasakan dampaknya oleh yang 50 persen pasokan nikelnya diimpor dari Indonesia.

Makanya, Panin Sekuritas menaikkan rata-rata asumsi harga nikel tahun ini sebesar 5 persen, serta tiga tahun berikutnya sebesar 2,5 persen. ?Dinaikkannya asumsi harga nikel membuat kami bertahan pada rekomendasi BUY dan menaikkan target harga INCO menjadi Rp 4.535 per saham (dari target sebelumnya Rp 4.000),? ujar Fajar dalam risetnya beberapa waktu lalu.

Dengan kenaikan harga nikel, Direktur Utama Vale Indonesia Nico Kanter pun yakin bahwa kinerja perusahaannya pada kuartal II akan lebih bagus. Setelah kinerja kuartal I yang menurun. Menurutnya Pada kuartal I-2014, harga rata-rata nikel turun 19,8 persen, dari US$ 13.673 per ton pada kuartal I-2013, menjadi US$ 10.972 per ton.

Melemahnya harga nikel tersebut membuat kinerja perseroan pun ikut melemah. Pada kuartal I tahun ini, perseroan mencatat penurunan penjualan sebesar 17,5 persen, menjadi US$ 213,11 juta.

Kebijakan pelarangan ekspor bijih mineral oleh pemerintah, kata Nico, akan memberi keuntungan besar bagi perseroan. Karena dengan adanya kebijakan ini, suplai nikel dunia akan berkurang dan harganya akan terdongkrak naik. Selain itu kenaikan harga nikel juga dipengaruhi oleh pemberian sanksi terhadap Rusia di Ukraina.

?Di kisaran berapa (kenaikannya) tentu kami tidak bisa menjawab tapi kami berharap kebijakan ini akan konsisten untuk dilakukan. Kami harap selanjutnya (perseroan) bisa menunjukan angka yang positif naik,? ujarnya beberapa waktu lalu.

Reporter: Safrezi Fitra
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait