BI Waspadai Dampak Kenaikan Bunga The Fed

Bank Indonesia BI mewaspadai tiga faktor utama yang mempengaruhi stabilitas sistem keuangan Indonesia Ketiga faktor tersebut adalah kenaikan suku bunga The Fed penurunan ekonomi China serta melemahnya harga komoditas Denga
Image title
Oleh
19 Mei 2014, 16:58
gubernur-bi-agus-martowardojo
KATADATA
KATADATA | Donang Wahyu

KATADATA ? Bank Indonesia (BI) mewaspadai tiga faktor utama yang mempengaruhi stabilitas sistem keuangan Indonesia. Ketiga faktor tersebut adalah kenaikan suku bunga The Fed, penurunan ekonomi China, serta melemahnya harga komoditas.  

?Dengan adanya ketiga faktor tersebut, arah kebijakan makro pada 2014 akan difokuskan untuk memitigasi dampak sistemik, dan transmisi dari risiko kredit, likuiditas, dan pasar,? kata Gubernur BI Agus Martowardojo dalam acara peluncuran buku ?Stabilitas Sistem Keuangan Ke-22?, di kantornya, Jakarta, Senin (19/5).  

Agus mengatakan naiknya bunga The Fed akan berdampak pada nilai utang luar negeri swasta. Pada akhir Januari 2014, utang luar negeri swasta tercatat mencapai US$ 141 miliar, atau naik sekitar 12 persen dari dari posisi Januari 2013 sebesar US$ 126,245 miliar.  

Sementara utang luar negeri pemerintah pada Januari 2014 sebesar US$ 127 miliar, naik 2 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 125,428 miliar.  

Advertisement

?Tingginya utang swasta perlu diperhatikan, karena pada periode quantitatif easing uang murah banyak diserap oleh perusahaan. Saat itu bunga murah,? lanjut Agus.   

Kemudian, perekonomian China, selama 1991-2011 pertumbuhannya mencapai 10,4 persen. Namun, pada lima tahun mendatang diperkirakan berada pada kisaran 7,1 persen. ?Kalau China akan lakukan penyehatan dengan fokus pada konsumsi, pasti dampaknya banyak baik di ekonomi China maupun negara emerging market termasuk Indonesia,? tutur Agus.   

Selain itu, penurunan harga komoditas akan berdampak pada beberapa sektor seperti tambang. Di mana hal ini juga akan berpengaruh pada upaya pemerintah meningkatkan laju ekspor.   

Untuk itu, BI akan melakukan penguatan struktur permodalan bank, pengaturan kredit, penguatan infrastruktur dan pengawasan sistem pembayaran, koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), akses usaha UMKM, dan penguatan likuiditas pasar melalui pendalaman pasar.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait