LPS Klarifikasi Biaya Penutupan Bank Century

Lembaga Penjamin Simpanan LPS mengklarifikasi pernyataan Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah dalam sidang pengadilan tindak pidana korupsi yang menyebutkan bahwa biaya penutupan Bank Century hanya Rp 195 miliar
Image title
Oleh
17 April 2014, 14:23
sidang-kasus-bank-century.jpg
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengklarifikasi pernyataan Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah dalam sidang  pengadilan tindak pidana korupsi, yang menyebutkan bahwa biaya penutupan Bank Century hanya Rp 195 miliar.  

Dalam sidang pada 14 April lalu, Halim mengutip perhitungan Komisioner LPS Firdaus Djaelani, bahwa kebutuhan dana untuk menutup Bank Century hanya sekitar Rp 195,35 miliar. Rincian penjelasan ini juga diungkapkan oleh Firdaus dalam Berita Acara Pemeriksaan penyidikan kasus Bank Century oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  

Kecilnya biaya penutupan ini memunculkan penilaian bahwa Bank Century lebih baik ditutup, ketimbang diselamatkan. Sebab, biaya awal penyelamatan Bank Century berupa penyertaan modal sementara (PMS) oleh LPS ke bank itu dalam periode November 2008 hingga Juni 2009 mencapai Rp 6,76 triliun.  

Angka Rp 195 miliar itu pun jauh lebih kecil ketimbang penjelasan yang pernah disampaikan oleh pemerintah bahwa biaya penutupan Century mencapai sekitar Rp 5,8 triliun. Ongkos sebesar itu diperlukan untuk mengganti dana nasabah yang dijamin pemerintah sebesar Rp 6,4 triliun, dikurangi hasil dari penjualan aset-aset Century pasca-penutupan yang ditaksir sekitar Rp 600 miliar.  

Advertisement

Menanggapi kesimpangsiuran ini, Juru Bicara LPS Samsu Adi Nugroho menjelaskan, ada kesalahpahaman yang perlu diluruskan. Menurut dia, angka Rp 195 miliar itu merupakan hasil Lower Cost Test (LCT) yang dilakukan oleh LPS sebelum Bank Century dinyatakan sebagai bank gagal berdampak sistemik.  

Sebab untuk bank gagal yang tidak berdampak sistemik, LPS memiliki dua pilihan, yaitu menyelamatkan atau menutup bank tersebut. Sedangkan untuk bank gagal yang ditengarai berdampak sistemik, LPS tidak memiliki pilihan kebijakan dan harus menyelamatkannya atas mandat Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK).  

"Semua perhitungan (yang sudah dilakukan) menjadi tidak relevan lagi," kata Sjamsu.   Dalam konteks inilah, kata Samsu, LCT dilakukan untuk membandingkan berapa biaya penutupan dan penyelamatan sebuah bank. Khusus Bank Century, hasil perhitungan LCT yang dilakukan oleh LPS setelah bank ini gagal kliring pada 13 November 2008 menunjukkan bahwa biaya akhir penutupan yang harus ditanggung LPS yaitu sebesar Rp 195 miliar.  

Angka ini diperoleh dari hasil pengurangan antara biaya penggantian dana nasabah bank Century yang dijamin oleh LPS sebesar Rp 5,79 triliun dan perkiraan hasil pencairan aset-aset setelah bank ini ditutup yang ditaksir sekitar Rp 5,6 triliun.  

Perhitungan ini, Samsu Adi menggarisbawahi, masih menggunakan asumsi data keuangan per 30 September 2008 untuk materi presentasi pada 13 November 2008. Saat itu, aset Bank Century masih ditaksir mencapai Rp 15 triliun.  

Persoalannya kemudian, dalam hitungan hari, nilai aset-aset Bank Century khususnya berupa surat-surat berharga, mengalami kemerosotan drastis. Aset ini dinilai memiliki kualitas yang buruk karena diperkirakan tidak akan bisa dicairkan.  

Berdasarkan perhitungan pada 20 November, saat Bank Century akan diselamatkan, nilai asetnya tinggal sekitar Rp 6 triliun. Akibatnya, kata Samsu Adi, "Biaya penutupan dan penyelamatan Century pun akan naik menjadi jauh lebih tinggi.?  

Dengan kata lain, biaya penutupan Bank Century tidak mungkin lagi hanya sebesar Rp 195 miliar. Sebab, potensi penerimaan LPS dari pencairan surat-surat berharga tidak lagi bisa diharapkan.

Reporter: Rikawati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait