Hari Ini Rupiah Paling Melemah se Asia

Penurunan yang terjadi pada pasar saham juga diikuti pelemahan rupiah pada hari ini 10 April 2014 Rupiah bahkan mengalami pelemahan terbesar di AsiaPada pasar spot rupiah melemah 69 poin dari 11289 pada penutupan sebelumnya menjad
Image title
Oleh
10 April 2014, 00:00
3394.jpg
Arief Kamaludin|KATADATA
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Penurunan yang terjadi pada pasar saham juga diikuti pelemahan rupiah pada hari ini, 10 April 2014. Rupiah bahkan mengalami pelemahan terbesar di Asia.

Pada pasar spot, rupiah melemah 69 poin dari 11.289 pada penutupan sebelumnya menjadi 11.358 pada hari ini. Pelemahan rupiah sebesar 0,61 persen ini merupakan yang tertinggi dibanding mata uang kawasan Asia. Mata uang paling menguat hari ini yaitu Peso Filipina menguat hingga 1,26 persen dan Yen Jepang menguat 0,48 persen.

Sedangkan menurut kurs tengah BI rupiah melemah dari 11.309 pada 8 April 2014 menjadi 11.342 pada hari ini (10 April). Kurs jual BI tercatat sebesar 11.399 dan kurs beli sebesar 11.285.

Selama lima hari, rupiah melemah 0,30 persen, dan menjadi mata uang terlemah se Asia. Selama sebulan, rupiah menguat 0,11 persen. Namun sejak awal tahun, rupiah tercatat paling kuat di Asia, dengan penguatan hingga 7,16 persen. Menyusul Yen Jepang di posisi kedua yang menguat 3,72 persen.

Advertisement

Ekonom Standard Chartered Bank Eric Sugandi menilai pelemahan ini dikarenakan faktor psikologis, bukan faktor fundamental. Pelemahan ini ada hubungannya dengan anjloknya pasar saham, dimana investor melakukan aksi jual saham. Eric juga menjelaskan beberapa investor juga melepas surat berharga negara, namun jumlahnya tak banyak. "Kemarin yield obligasi lima tahun kemarin 7,61 persen, sekarang 7,62 persen," ujarnya ketika dihubungi Katadata.

Menurutnya rupiah masih berpotensi untuk menguat seiring fundamental yang membaik. Menurut riset Standard Chartered, rupiah pada akhir tahun diperkirakan mencapai 10.900.

Sebagai informasi, Indeks harga saham gabungan (IHSG) rontok hingga 155,67 poin atau 3,16 persen ke posisi 4.765,73 poin pada perdagangan Kamis (10/4). Hasil pemilihan umum (pemilu) legislatif yang di luar ekspektasi menyebabkan harga saham emiten-emiten berkapitalisasi besar merosot.

Reporter: Redaksi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait